Partai Oposisi utama Berupaya Jegal Sanae Takaichi jadi PM Jepang
📅 Minggu, 12 Okt 2025, 19:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Kyodo News
TOKYO - Partai oposisi terbesar Jepang akan berupaya mendukung kandidat yang bersatu dengan kelompok lain dalam upaya untuk memblokir pemilihan Sanae Takaichi sebagai perdana menteri, media melaporkan setelah koalisi yang berkuasa runtuh.
Mitra junior Komeito meninggalkan aliansinya selama 26 tahun dengan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa pada Jumat (10/10), yang membahayakan upaya Takaichi untuk menjadi perdana menteri perempuan pertama negara itu.
Takaichi dari Partai Konservatif terpilih sebagai presiden LDP baru seminggu yang lalu tetapi membutuhkan persetujuan parlemen untuk mengamankan jabatan teratas.
"Ini adalah kesempatan sekali dalam satu dekade untuk pergantian pemerintahan," kata Yoshihiko Noda, ketua oposisi utama Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDP), seperti dilaporkan harian bisnis Nikkei, Jumat malam.
Keputusan Komeito untuk keluar dari aliansi yang telah memerintah Jepang hampir tanpa gangguan selama 25 tahun menenggelamkan Jepang ke dalam krisis politik baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbicara selama rekaman podcast Nikkei, yang belum dirilis, Noda mengatakan dia akan mendesak oposisi untuk bersatu di belakang satu kandidat.
Ia mengatakan orang tersebut kemungkinan besar adalah Yuichiro Tamaki, yang memimpin Partai Demokratik untuk Rakyat (DPP) dan mengatakan pada Jumat bahwa ia bersedia mencalonkan diri.
Namun, ada perbedaan kebijakan yang signifikan antara DDP dan CDP, yang kabarnya dapat merusak kerja sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
LDP sendiri telah kehilangan banyak dukungan karena dukungan tumbuh untuk partai-partai kecil, termasuk Sanseito yang antiimigrasi, dan merupakan minoritas di kedua kamar, bahkan dengan Komeito.
Di Majelis Rendah yang kuat, LDP mempunyai 196 kursi, CDP 148, DPP 27, dan Komeito 24.
Takaichi membutuhkan mayoritas 233 kursi yang mendukungnya untuk ditunjuk oleh parlemen, yang tampaknya sulit mengingat jumlahnya.
Namun, para ahli mengatakan ia masih bisa menang jika partai-partai oposisi gagal menyetujui kandidat alternatif.
Ketua partai Komeito, Tetsuo Saito, mengatakan pada hari Jumat bahwa rekan-rekan anggotanya akan mencalonkan dirinya, bukan Takaichi.
Saito juga menjelaskan bahwa alasan utama keluarnya koalisi adalah kegagalan LDP dalam memperketat aturan tentang pendanaan partai politik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!