Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Papua Barat Daya: Pengurangan TKD dari Pemerintah Pusat Tak Hambat Pembangunan Pertanian

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 07:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Papua Barat Daya: Pengurangan TKD dari Pemerintah Pusat Tak Hambat Pembangunan Pertanian Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menjawab pertanyaan awak media di Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (9/10/2025).  

JAKARTA– Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu memastikan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat tidak akan menghambat upaya pembangunan pertanian karena sinergi antara pusat dan daerah tetap dijaga kuat.

Ia menegaskan, meskipun terjadi penyesuaian anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen melanjutkan program prioritas sektor pangan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan bahan pokok.

"Kalau (terdampak pengurangan TKD) itu sudah pasti ada toh untuk di daerah. Tapi kita kan berkolaborasi dengan pemerintah pusat (dengan Kementerian Pertanian), sebagian besar kan didorong dari pemerintah pusat," kata Gubernur seusai bertemu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta, Kamis (09/10).

Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran yang terbatas agar setiap kebijakan tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

Dia menjelaskan sebagian besar program strategis di bidang pertanian dan ketahanan pangan tetap didorong oleh dukungan pemerintah pusat, sehingga pengurangan TKD tidak akan berdampak signifikan terhadap produktivitas daerah.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi lokal dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah keterbatasan fiskal yang ada.

Gubernur juga menekankan pentingnya efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran agar setiap rupiah yang digunakan mampu memberi dampak maksimal bagi kemajuan sektor pertanian daerah.

“Yang penting rakyat bisa tenang kalau kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” ujarnya, menandaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lengah dalam memastikan pasokan pangan tetap aman dan terjangkau.

Elisa menyebut pemerintah provinsi kini tengah mematangkan sejumlah program peningkatan produksi pangan, termasuk perluasan lahan tanam dan penguatan infrastruktur pertanian melalui sinergi dengan Kementerian Pertanian.

Terkait besaran TKD tahun 2025, ia mengungkapkan bahwa APBD Papua Barat Daya masih dalam tahap penyusunan, namun sudah dipastikan terjadi pengurangan dari tahun sebelumnya.

Meski begitu, Gubernur menegaskan optimisme efisiensi dan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah akan memastikan pembangunan pertanian tetap berlanjut dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

"Kalau perutnya tidak terisi kan parah nanti kena kita semua. Tetap kita kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk upaya dengan mendayakan gunakan yang terbatas itu. Tapi untuk selalu memberikan yang terbaik lah," kata Gubernur.

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemangkasan transfer dilakukan karena adanya ketidaksesuaian anggaran di daerah dan ingin mengoptimalkan kinerja penggunaan anggaran agar lebih efektif dan efisien.

Dalam Undang-Undang APBN 2026 yang disahkan DPR pada 23 September 2025, alokasi Transfer ke Daerah hanya sekitar Rp693 triliun atau 18,03 persen dari total belanja negara sebesar Rp3.842,7 triliun. Alokasi itu berkurang sebanyak Rp267 triliun atau setara 29,34 persen ketimbang alokasi APBN 2025 yang mencapai Rp919,9 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.