Djokovic Tantang Petenis Kejutan Vacherot di Semifinal Shanghai Masters
📅 Jumat, 10 Okt 2025, 08:36 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
SHANGHAI, TIONGKOK - Meski tampil jauh dari performa terbaiknya, Novak Djokovic tetap melangkah ke semifinal Shanghai Masters setelah menyingkirkan petenis Belgia Zizou Bergs dengan skor 6-3, 7-5, Kamis (9/10). Kemenangan ini mengantarkan petenis Serbia berusia 38 tahun itu untuk menghadapi sosok kejutan turnamen, Valentin Vacherot, peringkat 204 dunia asal Monako.
Djokovic, yang kini menjadi pemain dengan peringkat tertinggi tersisa di turnamen, terus mendekati gelar kelimanya di Shanghai meski sempat tampak kelelahan sepanjang pekan. Dalam laga ini, ia bahkan terlihat sesak napas dan sempat menggunakan inhaler di tengah pertandingan, sementara timnya memperlihatkan wajah cemas di pinggir lapangan.
“Kadang saya mungkin terlalu pasif, tapi Zizou adalah pemain hebat dengan pukulan-pukulan luar biasa,” ujar Djokovic usai pertandingan. “Bisa lolos ke babak ini berarti segalanya bagi saya.”
Djokovic mematahkan servis Bergs di gim keenam set pertama setelah lawannya melakukan kesalahan sendiri. Meski sempat diganggu kelelahan dan kepanasan, sang juara 24 Grand Slam itu mampu mengamankan set pembuka. Di set kedua, setelah sempat unggul 5-4, Djokovic kehilangan momentum dan harus menghadapi perlawanan sengit dari Bergs yang memaksa beberapa reli panjang hingga membuat penonton berteriak histeris.
Suasana stadion memanas ketika Djokovic kembali merebut break untuk unggul 6-5. Sorak sorai penonton bergema sambil melambaikan bendera Serbia dan spanduk bertuliskan “Novak is the GOAT” (yang terbaik sepanjang masa). Bergs sempat menyelamatkan dua match point, namun akhirnya menyerah setelah pukulannya terlalu panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di semifinal, Djokovic akan berhadapan dengan Valentin Vacherot, petenis kualifikasi yang menulis kisah dongeng di Shanghai. Vacherot, peringkat 204 dunia, sebelumnya menaklukkan unggulan ke-11 Holger Rune dengan skor 2-6, 7-6(4), 6-4,sebuah kemenangan sensasional yang mengantarkannya menjadi pemain berperingkat terendah yang mencapai semifinal turnamen Masters 1000 tahun ini.
“Kami tahu segalanya bisa terjadi dalam tenis,” ujar Vacherot. “Ini salah satu kali pertama saya melawan pemain sekelas itu. Saya terkejut dengan betapa kuat dan fisiknya dia.”
Dalam laga melawan Rune, petenis berusia 26 tahun itu bangkit dari ketertinggalan satu set dan memaksakan tiebreak di set kedua setelah memanfaatkan kesalahan ganda lawannya. Rune terlihat frustrasi, bahkan mendapat peringatan waktu (time violation) di set ketiga. Tiga kesalahan beruntun dari petenis Denmark itu membuka jalan bagi Vacherot untuk merebut break penentu dan menutup laga dengan kemenangan luar biasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya hanya terus bertarung semakin keras,” ujar Vacherot usai kemenangan yang membuatnya berlutut tak percaya. “Pada akhirnya semua soal mental dan daya tahan.”
Kini, Vacherot bersiap menghadapi ujian terbesar dalam karirnya,menghadapi legenda hidup Novak Djokovic di semifinal Shanghai Masters. Sementara Djokovic, meski tak dalam kondisi prima, masih menjadi favorit kuat untuk menambah koleksi gelarnya di Asia. Namun, jika perjalanan ajaib Vacherot berlanjut, Shanghai bisa saja menjadi panggung lahirnya kisah terbesar dalam tenis tahun ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!