Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Tata Ulang Patung Jenderal Sudirman, Tampil Lebih Ikonik di Dukuh Atas

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI Tata Ulang Patung Jenderal Sudirman, Tampil Lebih Ikonik di Dukuh Atas Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengatakan akan menggeser patung Jenderal Sudirman ke posisi yang lebih strategis, di batas Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin, mendekat ke Bundaran Hotel Indonesia (HI). Hal ini terkait proyek Transit Oriented Development (TOD) kawasan integrasi antarmoda Dukuh Atas.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan penataan ulang terhadap Patung Jenderal Besar Sudirman yang saat ini berdiri di kawasan strategis ibu kota. Penataan ini dilakukan sejalan dengan pengembangan kawasan integrasi antarmoda atau Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas yang tengah dipercepat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa penataan tersebut bertujuan untuk memastikan Patung Jenderal Sudirman tetap menjadi simbol penghormatan terhadap jasa besar sang pahlawan nasional. Rencana ini juga diharapkan mampu meningkatkan visibilitas dan daya tarik kawasan tersebut bagi masyarakat.

"Jadi, Patung Sudirman tentunya kita harus memberikan apresiasi karena bagaimanapun ini adalah jenderal besar. Sehingga nanti kalau di Dukuh Atas akan dibangun, dikoneksikan, Patung Sudirman harus ditempatkan yang betul-betul di depan," ujar Pramono pada Kamis (2/10).

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa posisi patung akan ditata agar lebih mudah terlihat, terutama bagi para pengendara yang melintas dari arah Jalan MH Thamrin menuju Dukuh Atas.

"Malah ketika kita sebelum naik ke Dukuh Atas, kalau kita dari Thamrin, Patung Sudirman akan kelihatan dengan lebih jelas dan lebih enak untuk dilihat. Nanti akan kami atur untuk itu," tambahnya.

Integrasi Empat Moda Transportasi

Penataan Patung Jenderal Sudirman ini merupakan bagian dari rencana besar pengembangan TOD Dukuh Atas. Kawasan ini nantinya akan menjadi titik temu dan integrasi empat moda transportasi utama di Jakarta: LRT, MRT, KRL, dan Kereta Bandara.

Sebelumnya, pada Senin (29/9), Gubernur Pramono Anung telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, guna membahas percepatan sejumlah proyek infrastruktur transportasi di ibu kota, termasuk pengembangan TOD Dukuh Atas serta peningkatan konektivitas antarestasiun.

"Dan kalau itu sudah terhubungkan, maka semua yang melalui Dukuh Atas enggak kehujanan, tersambung dengan baik," ungkap Pramono.

Tak hanya itu, Pemprov DKI dan Kementerian Perhubungan juga membahas rencana penggabungan antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI. Integrasi ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas dan kenyamanan penumpang dalam menggunakan transportasi umum di Jakarta.

Dengan penataan ulang Patung Jenderal Sudirman yang selaras dengan konsep TOD, Pemprov DKI menegaskan komitmennya dalam mewujudkan ruang publik yang humanis, historis, dan terintegrasi secara modern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.