Paus Leo XIV Puji Peran Kantor Berita di Era “AI” dan “Pasca-Kebenaran”
📅 Kamis, 09 Okt 2025, 21:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Antara
KOTA VATIKAN - Paus Leo XIV pada Kamis (9/1) memuji kinerja kantor berita sebagai benteng dalam era yang semakin "pasca-kebenaran" (suatu kondisi dimana seringnya fakta aktual digantikan oleh daya tarik emosi dan prasangka pribadi dalam upaya mempengaruhi opini publik), dan memperingatkan bahaya mengandalkan kecerdasan buatan untuk mendapatkan informasi.
"Dunia membutuhkan informasi yang bebas, teliti, dan objektif," ujar dia kepada audiensi di Vatikan yang melibatkan anggota jaringan kantor berita MINDS International yang mencakup AFP.
"Dengan kerja keras dan kesabaran, Anda dapat bertindak sebagai penghalang bagi mereka yang melalui seni berbohong kuno, berusaha menciptakan perpecahan untuk memerintah dengan memecah belah. Anda juga bisa menjadi benteng kesopanan melawan pasir hisap pendekatan dan pasca-kebenaran," imbuh dia.
Paus juga menekankan bahwa pelaporan yang cermat dan berlandaskan etika, merupakan penangkal bagi penyebaran informasi 'sampah'.
Paus Leo mencatat krisis yang dihadapi kantor berita dan media, yang telah menyaksikan model tradisional penjualan iklan untuk mendanai pekerjaan mereka hancur sejak munculnya internet dan chatbot AI yang secara drastis mengurangi jumlah orang yang mengakses situs web mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kecerdasan buatan mengubah cara kita menerima informasi dan berkomunikasi, tetapi siapa yang mengarahkannya dan untuk tujuan apa?" tanya Paus Leo.
"Kita harus waspada untuk memastikan bahwa teknologi tidak menggantikan manusia, dan bahwa informasi serta algoritma yang mengaturnya saat ini tidak berada di tangan segelintir orang."
Banyak orang semakin banyak mendapatkan berita dari media sosial, tetapi platform daring utama seperti Meta dan X sedang mengurangi alat verifikasi konten mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah survei terhadap 7.000 pengguna yang diterbitkan pada Juni lalu menemukan bahwa konten berbahaya termasuk ujaran kebencian telah melonjak di seluruh platform Meta sejak perusahaan tersebut mengakhiri pengecekan fakta pihak ketiga di AS dan melonggarkan kebijakan moderasi.
Paus Leo sendiri telah menjadi korban video deep fake daring, yang menunjukkan dirinya seolah-olah menyampaikan pidato yang dirangkai menggunakan AI.
Sebelumnya, ia menyerukan pembebasan jurnalis yang dipenjara di seluruh dunia, dan pada Kamis menegaskan kembali bahwa tugas mereka tidak akan pernah bisa dianggap sebagai kejahatan.
Paus Leo juga memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang tewas saat bertugas, menyebut mereka sebagai korban perang dan ideologi perang, yang berusaha mencegah jurnalis berada di sana sama sekali.
"Kita tidak boleh melupakan mereka! Jika hari ini kita tahu apa yang terjadi di Gaza, Ukraina, dan setiap negeri lain yang berlumuran darah akibat bom, kita berutang banyak kepada mereka," ucap dia.
Paus Leo kemudian mendesak setiap warga negara untuk menghargai dan mendukung para profesional dan lembaga yang menunjukkan keseriusan dan kebebasan sejati dalam pekerjaan mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!