Strategi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Mimika: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Papua Sejahtera

Selasa, 07 Okt 2025, 09:35 WIB

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial, bekerja sama dengan PT Sinergi Visi Utama Consultant, menyelenggarakan seminar bertema “Strategi Penanggulangan Kemiskinan dalam Upaya Percepatan Penurunan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Mimika” di Hotel Grand Tembaga. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Mimika sesuai target nasional 2026.

Acara seminar dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Mimika  yaitu Everth Lukas Hindom,S.STP, M.H.Pil. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemiskinan di Mimika merupakan persoalan multidimensi yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi, melainkan membutuhkan pendekatan komprehensif, holistik, dan terintegrasi.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. istimewa

“Kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil, adalah kunci dalam percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjadikan isu ini sebagai prioritas pembangunan menuju Mimika yang sejahtera dan berkeadilan,” tegasnya.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perikanan, serta perwakilan lembaga masyarakat dan akademisi. Kehadiran lintas sektor tersebut menandai langkah serius Kabupaten Mimika dalam menyatukan visi dan strategi untuk mengurangi kantong-kantong kemiskinan di wilayahnya.

Narasumber seminar dari team PT Sinergi Visi Utama Consultant adalah Aditya Hera Nurmoko, Agung Kresna Bayu dan Edi Suandana dengan support ibu Plt Kepala Dinas Sosial Devota Maria Leisubun,SH,MH, Kepala Seksi Penangulangan Kemiskinan Velia Mokodompit menekankan pentingnya strategi berbasis data, pemanfaatan potensi lokal, serta integrasi lintas kebijakan pusat dan daerah. 

Dalam paparannya, Aditya Hera Nurmoko menegaskan tren penurunan kemiskinan secara nasional mengalami perlambatan 0,5%, percepatan penurunan kemiskinan ekstrem masih menghadapi tantangan serius. Secara regional, Papua Tengah termasuk Mimika memiliki beban berat dengan persentase penduduk miskin ekstrem tinggi, yakni 43.557 jiwa per 2025. Regulasi seperti Inpres No. 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan Perda Mimika No. 38 Tahun 2021 menjadi pijakan penting. Namun, kearifan lokal Papua, potensi sagu, perikanan, serta solidaritas komunitas adat perlu diintegrasikan agar kebijakan lebih kontekstual dan efektif.
Aditya menambahkan bahwa lingkaran setan kemiskinan hanya bisa diputus melalui strategi berlapis. “Kita perlu pendekatan simultan: pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan masyarakat, dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar. Semua itu harus berjalan bersamaan dan saling mendukung,” ujarnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.