Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KONI Papua Barat Mengirimkan 54 Atlet untuk Berlaga di PON Bela Diri 2025

📅 Selasa, 07 Okt 2025, 22:25 WIB | Oleh:
KONI Papua Barat Mengirimkan 54 Atlet untuk Berlaga di PON Bela Diri 2025 Doc: Antara
Ket. Pelaksana tugas Ketua Umum KONI Provinsi Papua Barat Jony Saiba.

Manokwari - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat mengirimkan 54 atlet untuk berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri yang digelar di Kudus, Jawa Tengah, 11-26 Oktober 2025.

Pelaksana tugas Ketua Umum KONI Papua Barat Jony Saiba di Manokwari, Selasa, mengatakan ada enam cabang olahraga yang diikuti yaitu ju-jitsu, karate, gulat, pencak silat, taekwondo, dan shorinji kempo.

"Jumlah atlet per cabor (cabang olahraga) bervariasi, ada yang 15 atlet, ada yang delapan atlet," kata Jony usai acara pelepasan kontingen.

Jony menyebut bahwa pengiriman kontingen yang terdiri dari atlet, pelatih, dan tim ofisial untuk masing-masing cabor dilakukan secara bertahap karena disesuaikan dengan jadwal pertandingan.

Hal tersebut bermaksud agar para atlet memiliki waktu adaptasi yang cukup sebelum bertanding, sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya transportasi dan akomodasi selama pelaksanaan PON Bela Diri 2025.

"Pelatih dan ofisial dari enam cabor ada 25 orang. Keberangkatan bertahap. Rabu (8/10) besok taekwondo dan gulat berangkat duluan," ujarnya.

Menurut dia, setiap cabor telah melakukan persiapan kurang lebih selama tiga bulan mulai dari pemusatan latihan secara mandiri, hingga tes standardisasi evaluasi untuk mengetahui kondisi fisik.

KONI berharap masing-masing atlet tetap fokus agar mampu menampilkan performa terbaik dan tetap menjunjung tinggi sportivitas saat menghadapi atlet dari provinsi lainnya di Indonesia.

"Kami tidak memasang target khusus, tapi berharap semoga semua atlet bisa tampil dengan baik," katanya.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat Syors Alberth Ortisanz Marani menyebut, PON merupakan ajang puncak meraih prestasi sekaligus menjadi tolak ukur keberhasilan pembinaan olahraga daerah.

Seluruh atlet yang berpartisipasi harus memahami filosofi dari beladiri, yaitu tidak mudah menyerah, mampu mengendalikan diri, mengutamakan sportivitas, dan tetap menjalin persaudaraan dengan atlet lainnya.

"Olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan dan rohani, tapi menjadi alat pemersatu bangsa," kata Ortisanz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.