Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yogyakarta Perluas Pembayaran Parkir Digital Berbasis QRIS

2 Senin, 06 Okt 2025, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Yogyakarta Perluas Pembayaran Parkir Digital Berbasis QRIS Yogyakarta Perluas Pembayaran Parkir Digital Berbasis QRIS Doc: Dok. Antara

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta memperluas penerapan pembayaran parkir digital dengan meluncurkan 100 titik parkir berbasis QRIS di tepi jalan umum. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mempercepat transformasi digital sekaligus mendorong transparansi dalam layanan publik.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, digitalisasi parkir diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam pengembangan sistem pembayaran nontunai di sektor publik.

"Yogyakarta harus bisa menjadi contoh untuk urusan digital parking. Maka, kita percepat lah. Kalau kemarin dulu hanya di 10 titik, sekarang ini bertambah 100. Kemudian nanti akhir Desember 2025 di 350 titik targetnya," ujarnya, Senin (6/10).

Hasto menambahkan, targetnya pada pertengahan 2026 seluruh titik parkir di Kota Yogyakarta yang berjumlah sekitar 700 sudah beralih sepenuhnya ke sistem pembayaran digital.

"Pertengahan tahun depan, harapan saya sudah 100 persen. Saya kira lambat atau cepat harus dimulai dan harus dikerjakan," katanya.

Untuk mengantisipasi masyarakat yang belum terbiasa dengan transaksi digital, Pemkot Yogyakarta menugaskan Dinas Perhubungan menyiapkan pendampingan bagi juru parkir (jukir) di setiap lokasi.

"Kalau kita sudah dinyatakan titik itu pakai QRIS, mungkin juru parkirnya nanti dilengkapi untuk mem-back up, sehingga kalau toh dia itu bayarnya pakai uang langsung, juru parkirnya yang membantu untuk masuk ke sistem QRIS itu," jelas Hasto.

Ia menilai mekanisme digital juga akan mempercepat proses bagi hasil pendapatan antara jukir dan pemerintah.

"Bagi hasil seperti biasa. Hanya sekarang, kan digital, jadi dia akan dapat bagi hasil dalam waktu 24 jam atau kurang dari 24 jam," ucapnya.

Hasto menegaskan, perubahan menuju layanan digital harus dimulai dari Yogyakarta sebagai kota wisata, pelajar, dan budaya.

"Kalau kabupaten-kabupaten lain bisa, Kota Yogya tidak bisa, terus bagaimana. (Padahal, Yogya) kota wisata, kota pelajar, kota budaya, turis asingnya banyak. Oleh karena itu, tugas pertama untuk menjadikan Yogyakarta sebagai contoh," katanya.

Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan bahwa tren penggunaan QRIS di sektor parkir terus meningkat di kalangan masyarakat.

"Tentu ini menjadi tren positif yang kita harapkan, baik masyarakat, pemerintah, maupun juru parkir bersiap melakukan digitalisasi," ujarnya.

Menurut dia, pemanfaatan QRIS tidak hanya memberi kemudahan pengguna, tetapi juga mendukung transparansi penerimaan daerah sekaligus meningkatkan profesionalisme jukir.

"Dengan kemudahan ini, harapan kita minat masyarakat untuk menggunakan pembayaran QRIS semakin meningkat. Transparansi penerimaan daerah dan menciptakan profesionalisme para juru parkir melalui pembinaan yang intensif, jadi tidak ada lagi cerita ke depan nuthuk harga dan lain sebagainya," tutur Darmadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menambahkan, penerapan QRIS akan dilakukan bertahap sesuai dengan kesiapan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.