Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Gayo Lues: Dari Ganja ke Tanaman Ekonomi yang Legal dan Menguntungkan

📅 Senin, 06 Okt 2025, 20:17 WIB | Oleh:
Program Gayo Lues: Dari Ganja ke Tanaman Ekonomi yang Legal dan Menguntungkan Doc: Antara Foto
Ket. Personel BNN mengangkat tanaman ganja sebelum dimusnahkan dengan cara dibakar di kawasan pegunungan di Desa Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/8/2024).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues, Provinsi Aceh memfokuskan program pengalihan penanaman ganja oleh masyarakat ke tanaman bernilai ekonomis lainnya.

Bupati Gayo Lues Suhaidi di Banda Aceh, Senin, mengatakan program pengalihan tanaman tersebut untuk mencegah masyarakat bermasalah dengan hukum.

"Selama ini banyak masyarakat di Kabupaten Gayo Lues, khususnya yang tinggal di dekat kawasan hutan dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menanamkan ganja," katanya.

Menurut Suhaidi, dengan adanya pengalihan penanaman tersebut diharapkan kebiasaan menanam ganja oleh masyarakat ditinggalkan. Apalagi tanaman penggantinya juga memiliki harga yang baik.

Ia mengatakan saat ini pemerintah daerah berupaya memberdayakan masyarakat dengan menanam kopi dan kakao. Kopi dan kakao memiliki nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap dengan menanam kopi maupun kakao, perekonomian masyarakat di sekitar kawasan hutan dapat meningkat, sehingga tidak lagi dimanfaatkan orang lain hanya untuk menanam ganja yang bertentangan dengan hukum," kata Suhaidi.

Bupati Gayo Lues mengatakan upaya pemerintah daerah mengalihkan kebiasaan masyarakat menanam ganja ke tanaman lainnya sejalan dengan program grand design alternative development Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Suhaidi menyebutkan program pengalihan penanaman ganja tersebut juga bagian dari upaya memberantas dan memutuskan mata rantai pasokan ganja dari petani.

"Selama ini, masyarakat di Kabupaten Gayo Lues yang menanam ganja hanyalah orang suruhan dari bandar di luar Aceh. Dengan berhentinya menanam ganja, maka pasokan tanaman terlarang tersebut ikut terputus," kata Suhaidi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
RI Berpotensi Kehilangan Da...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.