Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Madiun Lakukan Deteksi Penyakit Menular TB dan HIV

📅 Senin, 06 Okt 2025, 21:55 WIB | Oleh:
Pemkab Madiun Lakukan Deteksi Penyakit Menular TB dan HIV Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kab Madiun
Ket. Bupati Madiun bersama jajaran Dinkes dan KPAd setempat meninjau kegiatan skrining deteksi dini penyakit menular TB dan HIV serta layanan cek kesehatan gratis di Posyandu ILP Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jatim.

Madiun -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur intensif melakukan kegiatan skrining penyakit menular berupa TB (tuberkulosis) dan HIV guna penanganan dan menekan kasusnya di wilayah setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Heri Setyana di Madiun, Senin mengatakan kegiatan skrining atau penyaringan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) serta posyandu integrasi layanan primer (ILP) di wilayah Kabupaten Madiun.

"Kegiatan ini tidak hanya deteksi dini HIV, namun juga berbagai penyakit, termasuk TB (tuberkulosis). Selain itu, juga dilaksanakan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah bagi warga," ujar Heri.

Menurutnya, kasus penularan HIV/AIDS di Kabupaten Madiun perlu mendapat perhatian serius. Tak hanya tugas dari KPAD setempat, namun juga masyarakat secara luas. Terlebih, beberapa kali saat dilakukan razia penyakit masyarakat petugas gabungan ditemukan warga yang positif HIV.

Berdasarkan data KPAD Kabupaten Madiun per 3 Oktober 2025, tercatat ada 1.491 kasus HIV/AIDS tersebar di 15 kecamatan. Dari jumlah itu, sebanyak 779 orang masih hidup dan menjalani pendampingan aktif.

Dinkes bersama KPAD selain pendampingan pasien, juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap kelompok berisiko tinggi seperti lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria, wanita pekerja seks (WPS), ibu rumah tangga, dan masyarakat umum.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menyingkap "fenomena gunung es" kasus HIV agar bisa ditangani sejak tahap awal. Selain kegiatan deteksi dini seperti skrining kali ini, lanjutnya.

Sementara terkait TB, Dinas Kesehatan saat ini sedang menggiatkan "Program Gerebek Dahak", sebagai upaya deteksi penemuan kasus TB di tingkat desa. Dari target 2.154 kasus TB tahun ini di Kabupaten Madiun, hingga awal Oktober baru tercatat 711 kasus temuan.

masih harus bekerja keras agar target penemuan kasus tercapai. Masyarakat perlu waspada terhadap gejala TBC ini seperti batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun drastis, atau anak-anak yang mengalami stunting," katanya.

Ia menegaskan keterkaitan antara HIV dan TBC yang sering kali terjadi bersamaan pada pasien. Karena itu, setiap pasien HIV wajib diperiksa TB, begitu juga sebaliknya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.