Daewoong Luncurkan Terapi Kombinasi Dislipidemia untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat
📅 Senin, 06 Okt 2025, 18:25 WIB | Oleh: Haryo Brono“Pendekatan dual-inhibition dengan rosuvastatin dan ezetimibe menjadi jalur optimal untuk mencapai target LDL-C dan mempertahankan hasil jangka panjang,” jelasnya.
Terapi dual-inhibition mengombinasikan rosuvastatin, yang menekan sintesis kolesterol di hati, dengan ezetimibe, yang menghambat penyerapan kolesterol di usus halus. Kombinasi ini memungkinkan pasien mencapai kadar target dengan lebih efektif dan aman dibandingkan monoterapi.
Keunggulan Terapi Dislipidemia Daewoong
Terapi dislipidemia Daewoong terbukti memberikan penurunan LDL-C yang lebih kuat dibandingkan terapi yang ada sebelumnya. Terapi ini menunjukkan efikasi lebih tinggi dan risiko efek samping lebih rendah dibandingkan monoterapi statin, mampu menurunkan LDL-C lebih dari 50% bahkan pada dosis rendah 10/2,5 mg, sepenuhnya selaras dengan paradigma “Lower is Better”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, terapi ini tersedia dalam tiga opsi dosis (10/5 mg, 10/10 mg, 10/20 mg), termasuk kombinasi dosis rendah 10/5 mg pertama di Indonesia. Hal ini memungkinkan terapi yang lebih dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien.
Rosuvastatin, sebagai satu-satunya statin dengan bukti klinis dapat memperlambat progresi aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan lemak/plak), semakin memperkuat potensi terapi Daewoong untuk menjadi standar baru dalam tata laksana dislipidemia.
“Bagi pasien risiko sangat tinggi, strategi dual-inhibition yang menekan sintesis sekaligus penyerapan kolesterol adalah cara paling efektif mencapai target LDL-C. Terapi dislipidemia Daewoong memberikan pendekatan ini, dengan peningkatan signifikan pada hasil terapi pasien,” terang dr. Ade.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bukti Klinis Skala Besar: Studi RACING
Dalam simposium tersebut, Daewoong juga memaparkan data perbandingan antara monoterapi statin dan terapi kombinasi. Prof. JeeHoon Kang dari Seoul National University Hospital mempresentasikan hasil studi Racing yang melibatkan 3.780 pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) di Korea Selatan.
Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi dosis tetap rosuvastatin dan ezetimibe, mekanisme dual-inhibition yang sama dengan terapi Daewoong, mencapai tingkat keberhasilan target LDL-C satu tahun yang lebih tinggi dibandingkan monoterapi statin intensitas tinggi (73% vs. 55%), dengan tingkat penghentian terapi yang lebih rendah, sehingga lebih menguntungkan untuk kepatuhan jangka panjang (The Lancet, 2022).
Prof. JeeHoon Kang berkomentar, dalam praktik klinis, sebagian besar pasien masih gagal mencapai target terapi. Terapi dislipidemia Daewoong hadir sebagai alternatif yang tepat waktu dan relevan.
“Dengan dual-inhibition, terapi ini menurunkan beban efek samping sekaligus meningkatkan efektivitas, yang sangat mengesankan. Pedoman 2025 akan menetapkan target LDL-C yang lebih ketat, dan terapi dislipidemia Daewoong siap menjadi tolok ukur baru,” ujar dia.
Strategi Masuk Pasar di Indonesia
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!