Daewoong Luncurkan Terapi Kombinasi Dislipidemia untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat
📅 Senin, 06 Okt 2025, 18:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Daewoong
JAKARTA - Data terbaru U.S. National Institutes of Health (NIH) tahun ini, sekitar 40 juta orang dewasa di Indonesia mengalami kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau LDL-C yang tinggi. Tingginya kolesterol jahat ini dapat berdampak pada meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Banyak orang yang belum mendapatkan terapi, sehingga menjadi faktor utama meningkatnya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular. Oleh karenanya peningkatan akses terapi dan edukasi kesehatan menjadi prioritas yang mendesak.
Tantangan ini diperkuat dengan penelitian internasional. Studi Interaspire (European Heart Journal, 2024) melaporkan bahwa di Indonesia, hanya 16,6% pasien penyakit arteri koroner yang berhasil mencapai target LDL-C <70 mg/dL.
Sementara itu kepatuhan terhadap panduan terapi secara keseluruhan masih sangat rendah. Mayoritas pasien gagal mengontrol tekanan darah, memiliki prevalensi tinggi diabetes dan obesitas, serta minim partisipasi dalam program rehabilitasi jantung.
Guna menjawab tantangan tersebut Daewoong Pharmaceutical mempercepat langkahnya memasuki pasar Indonesia dengan menghadirkan terapi dislipidemia (kadar kolesterol atau lemak dalam darah terlalu tinggi atau tidak normal) terbaru pada kongres kardiologi terbesar di Indonesia, Annual Scientific Meeting of the Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
ASMIHA yang ke-34 ini merupakan konferensi ilmiah terbesar di Indonesia khususnya di bidang kardiovaskular. Kongres yang berlangsung pada 1–4 Oktober 2025 di InterContinental Pondok Indah Hotel, Jakarta, menghadirkan para kardiolog, tenaga kesehatan, dan peneliti untuk membahas masa depan tata laksana penyakit kardiovaskular.
Baik In Hyun, Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menyatakan,
“Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia, namun banyak pasien masih gagal menurunkan LDL-kolesterolnya secara efektif,” ujar Baik In Hyun, Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, melalui keterangan tertulis pada hari Senin (6/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mengatasi kebutuhan medis yang belum terpenuhi adalah salah satu misi utama kami di Daewoong Indonesia, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Standar Baru Era “Lower is Better”
Dalam ASMIHA, Daewoong menyelenggarakan simposium bertema “Evolving LDL-Cholesterol Management and Dual-Inhibition Therapy Strategies for High-Risk Cardiovascular Patients.” Pada kesempatan in Dr. Ade Meidian Ambari, Presiden Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), memberikan penjelasan terkait kadar kolesterol.
Dahulu target LDL-kolesterol untuk pasien kardiovaskular risiko tinggi adalah <100 mg/dL atau <70 mg/dL. Namun, pada kadar tersebut pun, banyak pasien masih berisiko tinggi mengalami kejadian kardiovaskular mayor seperti serangan jantung dan stroke.
Ia menekankan bahwa pedoman ESC/EAS 2021 bahkan menurunkan target untuk pasien risiko sangat tinggi menjadi <55 mg/dL, menegaskan kembali prinsip bahwa “semakin rendah, semakin baik.”
Dalam lanskap terapi global yang terus berkembang menurut dia monoterapi saja tidak cukup.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!