Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belum Ada Laporan Resmi! Wamenaker Angkat Bicara Soal Isu PHK SBA Textile

📅 Senin, 06 Okt 2025, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belum Ada Laporan Resmi! Wamenaker Angkat Bicara Soal Isu PHK SBA Textile Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi – Perkerja pabrik PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBA Textile).

JAKARTA – Pemutusan hubungan kerja (PHK) di pabrik PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBA Textile) menjadi cerminan tekanan yang masih dihadapi sektor manufaktur tekstil nasional.

Persaingan ketat dengan produk impor, melemahnya permintaan ekspor, hingga biaya produksi yang terus naik membuat banyak industri tekstil berada di titik sulit, termasuk PHK SBA Textile.

Kasus PHK SBA Textile ini menunjukkan perlunya strategi lebih komprehensif dari pemerintah — mulai dari pengendalian impor, insentif energi, hingga dukungan pembiayaan agar industri padat karya seperti tekstil bisa bertahan. Tanpa langkah konkret, gelombang PHK bisa berlanjut dan mengancam stabilitas tenaga kerja di sektor industri.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyampaikan Kementerian Ketenagakerjaan belum menerima laporan resmi terkait data PHK SBA Textile yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

"Belum ada info soal itu, kita belum mendapatkan informasi," kata Wamenker ditemui seusia menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Implementasi Rencana Aksi Nasional Penanganan Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan atau ODOL di Kantor Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Senin (6/10).

Dia menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan awak media yang mengkonfirmasi adanya perusahaan tekstil besar di Bandung, Jawa Barat, yakni PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk, yang diduga mengalami pailit.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih menunggu laporan data lengkap dari pihak perusahaan tersebut, termasuk Dinas Ketenagakerjaan Bandung, termasuk dari serikat pekerja dan buruh.

"Jadi sementara ini memang kita lagi mendata dan menunggu laporan-laporan dari (dinas ketenagakerjaan) daerah, dari serikat pekerja maupun dari serikat buruh yang ada untuk kita data," ujarnya.

Ia menjelaskan, dugaan sementara penyebab pailitnya perusahaan tersebut dipengaruhi oleh penurunan pesanan global yang berdampak pada berkurangnya aktivitas produksi dan kemampuan perusahaan membayar gaji karyawan.

Fenomena serupa, menurutnya, kerap terjadi di industri alas kaki dan tekstil yang bergantung pada ekspor, di mana negara tujuan kini tidak lagi melakukan pemesanan dalam jumlah besar.

Akibat berkurangnya order, kegiatan produksi menurun sehingga perusahaan kesulitan mempertahankan karyawan, hingga akhirnya mengambil keputusan pemutusan hubungan kerja sebagai langkah terakhir menjaga keberlangsungan usaha.

"Nah otomatis ketika order berkurang, pekerjaan nggak ada. Nah lama-lama kan perusahaan tidak bisa untuk membayar gaji mereka. Dengan inilah mereka akhirnya (biasanya) memutuskan dan melakukan PKH terhadap karyawannya," beber Wamenaker.

Kementerian Ketenagakerjaan akan memfasilitasi pekerja terdampak agar tetap memperoleh hak-hak normatif seperti pesangon dan jaminan hari tua sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut.

"Nanti kita dari kementerian akan memfasilitasi pekerja dengan pelaku usaha. Mereka kan harus punya jaminan hari tua, mungkin dapat pesangon, sesuai dengan standar yang sudah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan tadi," kata Wamenaker.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.