Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Profil Sanae Takaichi, Calon PM Perempuan Pertama Jepang yang Bukan Seorang Feminis

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Mantan wakil perdana menteri Taro Aso pada tahun 2024 menggambarkan menteri luar negeri saat itu Yoko Kamikawa sebagai "bibi" dan "tidak secantik itu".

Gerakan #MeToo juga gagal mendapat banyak dukungan di Jepang, karena hanya sedikit korban kekerasan seksual yang berani melapor.

Mereka yang melakukannya, termasuk mantan prajurit Rina Gonoi dan jurnalis Shiori Ito, menerima pujian atas keberanian mereka tetapi juga rentetan kebencian di media sosial.

"Di masa lalu, ada kaisar perempuan, tetapi tidak ada perdana menteri perempuan," ujar Ryuki Tatsumi, 23 tahun, seorang pengasuh penyandang disabilitas, kepada AFP.

"Jadi saya pikir ini bisa menjadi kesempatan bagi Jepang untuk membuat kemajuan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Kalah Telak di Piala AFF: T...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.