Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Profil Sanae Takaichi, Calon PM Perempuan Pertama Jepang yang Bukan Seorang Feminis

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Yuka, seorang pekerja kantoran di Tokyo berusia 50-an, menyambut kemenangan Takaichi.

"Kami dapat dengan bangga memberi tahu dunia bahwa Jepang kemungkinan akan memiliki seorang pemimpin perempuan," kata Yuka kepada AFP.

Namun dia skeptis akan ada banyak kemajuan dalam isu gender di bawah Takaichi.

Tahun lalu mantan pramugari Mitsuko Tottori menjadi bos Japan Airlines, tetapi kisah suksesnya merupakan kisah langka di dunia korporat yang jam kerjanya panjang dan pilihan pengasuhan anak sering kali terbatas.

Perempuan di Jepang memegang 13,2 persen posisi manajemen pada tahun 2021, terendah di antara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi.

Jepang menduduki peringkat 118 dari 148 dalam Laporan Kesenjangan Gender Global 2025 dari Forum Ekonomi Dunia.

"Banyak perempuan yang cakap, tetapi di Jepang, peran kepemimpinan cenderung dipegang oleh laki-laki," kata Yuka, yang hanya menyebutkan nama depannya. 

"Banyak perempuan terpaksa menyerah di puncak karier mereka karena harus mengurus anak-anak atau orang tua yang sudah lanjut usia."

Tak Secantik Itu

Dalam dunia politik, perempuan juga kurang terwakili, hanya sekitar 15 persen dari anggota parlemen di majelis rendah parlemen.

Satu pengecualian penting adalah gubernur Tokyo tiga periode, Yuriko Koike, yang telah mengumumkan beberapa kebijakan ramah perempuan termasuk penitipan anak gratis untuk anak-anak prasekolah.

Anggota parlemen perempuan telah menyoroti kesulitan dalam menyeimbangkan tugas sebagai politisi dan ibu rumah tangga -- bukan sesuatu yang mengkhawatirkan rekan-rekan laki-laki mereka.

Mereka juga secara rutin menghadapi ejekan seksis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.