Rano Karno Ingatkan Warga Agar Sedot Tinja 3 Tahun Sekali
📅 Sabtu, 04 Okt 2025, 12:20 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Jakarta -- Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno mengingatkan warga agar melakukan penyedotan tinja di tangki septik (septic tank) setiap tiga tahun sekali untuk menghindari risiko meledak akibat penumpukan gas.
"Ingat, 'septic tank' atau tempat tinja minimal tiga tahun sekali harus disedot," kata dia di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu.
Hal ini dia sampaikan mengingat rata-rata masyarakat di Jakarta belum menyadari pentingnya melakukan penyedotan tangki septik secara rutin.
Masyarakat bisa memanfaatkan layanan jasa sedot tangki septik swasta atau Paljaya. Menurut dia, tarif yang dibebankan tak mahal. Berdasarkan informasi dari laman resmi Paljaya, biaya sedot lumpur tinja Rp150 ribu per m3.
"Kalau tidak disedot bisa meledak. Kejadian di Pamulang meledak dari 'septic tank'. Ternyata jalaupun sedot 'septic tank' tidak boleh sampai kering, harus disisakan karena di situ ada bakteri," ujar Rano.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan sosialisasi terkait pentingnya sanitasi yang aman harus terus dilakukan termasuk penyedotan tinja di tangki septik setiap tiga tahun sekali.
Sebelumnya, saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setiabudi di Jalan Galunggung, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/10), Rano mendorong peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Paljaya.
Hal ini untuk memastikan pengolahan limbah berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi kesehatan warga serta kualitas lingkungan kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebab saat ini, kata dia, 70 persen limbah di Jakarta belum diolah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!