Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paparkan Penggunaan Material Tanah, Arsitek Budi Pradono Luncurkan Buku Berjudul Omah Tanah

📅 Sabtu, 04 Okt 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Paparkan Penggunaan Material Tanah, Arsitek Budi Pradono Luncurkan Buku Berjudul Omah Tanah Doc: Budi Pradono
Ket. Acara peluncuran buku The Collectible Book of Omah Tanah by Budi Pradono yang berlangsung di Art Jakarta pada hari Minggu (4/10).

JAKARTA - Budi Pradono, arsitek dan seniman kali ini meluncurkan salah satu buku terbarunya dengan tajuk Omah Tanah dalam ajang Art Jakarta di awal Oktober ini. Buku dengan kemasan collectible book ini tidak hanya terdiri dari sebuah buku yang menceritakan beragam pemikiran dan idealisme dalam mewujudkan bangunan yang merespon potensi lingkungan sekitarnya saja.

Di dalam kemasan yang eksklusif, Omah Tanah Collectible Book menghadirkan material tanah yang sekaligus menyibak cerita tentang perjalanan mewujudkan Omah Tanah di Pantai Loji, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Sebuah perhelatan di Art Jakarta menjadi acara peluncuran The Collectible Book of Omah Tanah by Budi Pradono atau Buku Koleksi Omah Tanah karya Budi Pradono  untuk pertama kalinya. Pada hari Minggu, 4 Oktober 2025, secara resmi diluncurkan dan bisa didapatkan secara langsung atau pemesanan awal (pre order) sesuai dengan ketentuan berlaku.

Dalam acara tersebut akan hadir kurator Bambang Asrini yang akan memberikan tanggapan dan berbincang sederhana dengan Budi Pradono. Tentu saja dengan moderator Theresia Purnomo yang juga lebih dikenal sebagai arsitek.

Obrolan tentang Omah Tanah ini akan berkisar mengenai apa cerita dibalik buku uang dengan berbagai proses di baliknya yang tidak hanya berkisar tentang arsitektur semata, tetapi juga melibatkan budaya dan seni di lokasi tanah tersebut.

Buku ini penting bagi para pemerhati desain, arsitektur, seni dan lintas disiplin sebagai karya yang mengupas sebuah idealisme dan niat besar untuk menikmati rumah tinggal di lokasi yang sangat eksotis. Sebuah inisiasi untuk menghadirkan keberlanjutan dari dalam hati yang kemudian diwujudkan dengan serius dan sepenuh jiwa.

Besarnya usaha dan tenaga yang digunakan juga ternyata pantas dan terbayar dengan baik. Kehadiran material tanah dengan penerapan yang unik ini membawa arsitektur modern yang memayunginya memiliki pamor, daya tarik, dan juga cerita yang mendalam.

“Tanah menyatukan manusia dengan alam dan mentransmisi pesan sejak awal manusia mengenal tanah dalam peradaban tua, yang terkait dengan spiritualitas, budaya maupun seni sebagai material paling tua yang mana konsep pernaungan dalam arsitektur Timur sangat sesuai,” ungkap Budi Pradono pada kesempatan tersebut.

Bila mengenang Eko Prawoto, seorang arsitek dan juga budayawan, menurutnya arsitek harus tahu diri. Menaruh sesuatu di tempat yang lebih tua tentunya seperlunya saja. Hal tersebut yang kemudian mendorong Budi Pradono untuk melebarkan tafsir tentang materi yang berkelanjutan dan membuka kemungkinan dalam gagasan.

Sebagai alternatif membeda dalam pengungkapan ekspresi Bambang Asrini, seorang kurator dan penulis menyatakan bahwa buku Omah Tanah adalah buku pengetahuan karya Budi Pradono yang mempresentasikan bukan hanya artefak arsitektural, tetapi sebuah ekspresi tentang hunian yang bersinergi dalam konteks psiko-geografis kebudayaan di Pantai Loji yang merupakan situs Geopark Unesco.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.