Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Monas dan Menteng: Dua Kawasan Jakarta Pusat dengan Sejarah 100 Tahun yang Berbeda

📅 Sabtu, 04 Okt 2025, 18:45 WIB | Oleh:
Monas dan Menteng: Dua Kawasan Jakarta Pusat dengan Sejarah 100 Tahun yang Berbeda Doc: Antara Foto
Ket. Gereja Santa Theresia menjadi salah satu bangunan bersejarah yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Meskipun jaraknya berdekatan, kawasan yang kini menjadi Monas dan sekitarnya dengan wilayah Menteng di Jakarta Pusat memiliki sejarah panjang di mana pengembangan kawasan perkotaan di kedua wilayah tersebut memiliki jarak waktu sekitar 100 tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Founder SANA Kenal Kota Abimantra Pradhana saat memandu tur berjalan kaki menyusuri Jalan Sabang, Jakarta Pusat, yang menjadi perbatasan kawasan Monas dan sekitarnya yang pada zaman kolonial Belanda disebut sebagai Weltevreden dengan Menteng, pada Sabtu.

"Jadi bedanya antara Weltevreden sama Menteng itu kira-kira 100 tahun. Weltevreden itu dibangun 1800 ketika VOC bangkrut dan kemudian (Gubernur Jenderal) Daendels datang. Sedangkan Menteng dibangun tahun 1910," kata Abimantara.

Pengembangan kawasan Weltevreden bermula pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels pada 1806-1811. Daendels juga dikenal dalam sejarah Indonesia sebagai tokoh yang menginisiasi pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan.

Seabad kemudian, awal 1900-an, setelah dibukanya Pelabuhan Tanjung Priok dan liberalisasi ekonomi di masa Politik Etis oleh pemerintah kolonial Belanda, populasi Jakarta yang saat itu masih bernama Batavia melonjak dari sekitar 75.000 jiwa menjadi 150.000 jiwa.

Kondisi ini membuat pemerintah kolonial Belanda memutuskan pemekaran kawasan baru di wilayah yang kini menjadi Menteng. Mulai dibangun pada 1910, perencanaan kawasan Menteng dilakukan oleh arsitek sekaligus seniman Belanda, P.A.J. Mooijen.

Mooijen merancang Menteng sebagai kota taman modern dilengkapi banyak ruang hijau dan perumahan dengan pekarangan luas.

"(Pembangunan) Menteng ada dua tahap, yang pertama dibangun 1910 sampai 1918 dengan perancangnya bernama Moojen. Karena Moojen itu seniman, dia menggambar kota dengan sangat artistik. Dia merancang jalan sampai simpang tujuh dan lahan tamannya yang besar-besar jadi dinilai Belanda tidak efisien," ujar Abimantara.

"Karena terlalu banyak space yang dibuang, jadi (pembangunan) tahap kedua tahun 1918 sampai 1930 adalah area Taman Surapati atau Bappenas itu lebih terstruktur, tamannya lebih kecil dan batasnya ada kanal di situ," tambahnya.

Pembangunan kawasan Menteng juga mencerminkan perkembangan dalam sejarah tata kota dan bangunan di Jakarta. Sebelum tahun 1900, belum ada arsitek Belanda yang menempuh pendidikan arsitektur formal.

Bangunan di masa itu, seperti Museum Nasional dan Istana Merdeka, dibangun oleh insinyur militer yang bercirikan pada desain bangunan yang mirip satu sama lain.

Perubahan mulai terjadi pada awal abad ke-20 dengan munculnya generasi arsitek lulusan Belanda, salah satunya P.A.J. Moojen. Menurut Abimantra, Menteng menjadi “laboratorium arsitektur” bagi para arsitek Belanda untuk bereksperimen merancang desain-desain bangunan di kawasan baru tersebut.

"Jadi pada masa itu mulai masuk era modern jadi desain New Indies namanya. Nah inilah Menteng jadi kayak laboratoriumnya arsitek waktu itu," kata Abimantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.