Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program dan Anggaran yang Dicanangkan Sepenuhnya Harus Untuk Rakyat

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Program dan Anggaran yang Dicanangkan Sepenuhnya Harus Untuk Rakyat Doc: istimewa
Ket. Presiden Saksikan Parade Kapal perang TNI AL - Menjelang setahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA - Menjelang setahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pemerintah memastikan agar seluruh program dan anggaran yang telah dicanangkan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Seperti dikutip dari unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Rabu (1/10) malam menekankan pemanfaatan anggaran tahunan setiap kementerian harus sesuai dengan daya serap dan target yang telah ditetapkan.

Apabila tidak memenuhi target, anggaran akan dialihkan untuk program lain yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Fokus pemerintah menjelang satu tahun masa kerja adalah memastikan pelaksanaan program dan penggunaan anggaran tepat guna serta menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata menegaskan penekanan pemerintah untuk memastikan program dan anggaran tepat sasaran menjelang satu tahun pemerintahan harus diikuti langkah serius dalam menjaga konsistensi kebijakan ekonomi. Tanpa itu, anggaran rawan tidak optimal dalam memberi manfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah memastikan seluruh program dan anggaran yang diprogramkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Penegasan itu disampaikan seusai rapat terbatas bidang ekonomi bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (1/10).

Untuk memastikan program dan anggaran tepat guna kata Aloysius tidak cukup hanya dengan mengukur daya serap atau melakukan realokasi anggaran. Pemerintah juga harus memastikan sektor riil benar-benar bergerak.

“Pelonggaran likuiditas perbankan atau penambahan investasi pemerintah baru akan efektif bila konsumsi domestik pulih. Kalau tidak, dana hanya berputar di sistem keuangan tanpa mendorong kegiatan riil,” katanya di Yogyakarta, Kamis (2/10).

Untuk itu, pemerintah perlu membantu perbankan mengidentifikasi sektor-sektor potensial penerima kredit, terutama yang bisa langsung berdampak pada produktivitas, lapangan kerja, dan konsumsi masyarakat.

“Bila sektor-sektor itu jelas, pemerintah wajar mengawal bahkan mendorong perbankan mengeksekusinya. Tapi bersamaan dengan itu, pemerintah harus memangkas biaya-biaya non-ekonomi yang selama ini membuat ekonomi biaya tinggi, seperti pungutan tidak resmi atau hambatan birokrasi,” jelasnya.

Lebih jauh, Aloysius menekankan bahwa keberhasilan menyalurkan anggaran tepat sasaran juga sangat ditentukan oleh koherensi kebijakan antara fiskal dan moneter. Ia menilai beberapa kejadian terakhir menunjukkan gejala friksi kebijakan, seperti polemik kenaikan suku bunga deposito valuta asing oleh bank Himbara yang sempat dikaitkan dengan arahan pemerintah, namun kemudian dibantah oleh Menteri Keuangan maupun Gubernur Bank Indonesia.

Sentuh Rakyat

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Fitra, Badiul Hadi menilai, pernyataan itu tidak hanya bernuansa teknokratis, tetapi juga politis. Menjelang satu tahun pemerintahan, narasi “tepat sasaran dan bermanfaat” bisa dibaca sebagai bentuk legitimasi atas kinerja kabinet.

“Untuk itu, pemerintah perlu membangun citra bahwa penggunaan APBN bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan benar benar menyentuh kebutuhan rakyat. Namun, tanpa transparansi data capaian, klaim tersebut berpotensi menjadi retorika politik belaka,”tegas Badiul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Tol Desari ke Salabenda Mulai Dirintis untuk Dibangun

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tol Desari ke Salabenda Mul...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp59.150/...

Bromo Terbakar, Perlu Hujan Buatan lewat OMC

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bromo Terbakar, Perlu Hujan...
Nasional
Gerai-gerai Ritel yang Menj...
Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh, Target Rampung September 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh, Target Rampung September 2026

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.