Menkeu Dorong Pemda Optimalkan Anggaran
Jumat, 03 Okt 2025, 01:00 WIBSurabaya - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan komprehensif terkait kebijakan pemerintah memangkas alokasi Dana Transfer ke Daerah. Menkeu menegaskan secara netto anggaran daerah justru bertambah melalui program yang dialokasikan pemerintah pusat.
"Beberapa bupati dari beberapa tempat datang ke sini. Tadinya mau ketemu saya semua. Untung saya cuma ketemu perwakilan. Kalau enggak saya dipukulin tadi," kata Purbaya di Gedung Keuangan Negara (GKN) Surabaya, Jatim, Kamis (2/10).
Seperti dikutip dari Antara, Purbaya menjelaskan pemangkasan transfer dilakukan karena adanya ketidaksesuaian anggaran di daerah. Pemerintah pusat, lanjutnya, ingin mengoptimalkan kinerja penggunaan anggaran agar lebih efektif dan bersih.
Menurut dia, meski transfer ke daerah turun 200 triliun rupiah, program untuk daerah naik signifikan dari 900 triliun rupiah menjadi 1.300 triliun rupiah.
"Jadi ekonomi di daerah sebetulnya uangnya tidak berkurang, malah ditambah secara netto," ujarnya.
Menkeu menambahkan pemerintah menyiapkan tambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 43 triliun rupiah.
Ia membuka peluang transfer kembali ditambah jika ekonomi membaik dan penerimaan pajak meningkat.
"Kalau daerah bisa menunjukkan penyerapan yang baik dan bersih, harusnya saya bisa meyakinkan pemimpin di atas untuk menambah dengan cepat," katanya.
Dalam pernyataannya, Purbaya juga menekankan agar pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada besaran transfer, tetapi meningkatkan kapasitas dalam menyerap dan mengelola anggaran.
"Biasa kan daerah itu ingin jalankan sendiri, jadi mereka mesti belajar juga memperbaiki cara menyerap anggaran," katanya menegaskan.
Kurangi Defisit
Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menyarankan Menkeu Purbaya untuk mengevaluasi belanja proyek-proyek besar atau âflagshipâ bila ingin menggeser anggaran untuk memenuhi kebutuhan program stimulus.
Yusuf mengatakan, pendekatan Purbaya yang lebih memilih menggeser anggaran alih-alih membuka pos belanja baru memang bisa mengurangi tekanan langsung terhadap defisit APBN dan menjaga kredibilitas fiskal.
Namun, kata dia, pendekatan itu berpotensi membuat program-program lain mengalami pengurangan alokasi atau penundaan realisasi.
âOleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa penggeseran anggaran dilakukan pada pos-pos yang tingkat realisasinya rendah atau dampak ekonominya terbatas, sehingga tidak mengorbankan program prioritas yang menyentuh masyarakat luas,â ujarnya.
Sebagai langkah awal, Yusuf merekomendasikan kajian terhadap realisasi proyek-proyek yang memakan anggaran besar.
Bila realisasi rendah atau tak berjalan sesuai target, maka sebagian anggaran dari proyek-proyek flagship tersebut bisa dialihkan ke pos belanja yang lebih cepat tersalurkan, seperti bantuan sosial (bansos), belanja modal produktif, atau subsidi yang langsung mendukung daya beli.
âDengan begitu, fiskal tetap terjaga, stimulus lebih tepat sasaran, dan defisit bisa dikelola secara berimbang tanpa mengurangi dorongan bagi pertumbuhan,â kata Yusuf.
Sebelumnya, Purbaya menyatakan, bakal merealokasi anggaran dalam APBN untuk memenuhi kebutuhan program stimulus ekonomi akhir tahun 2025.
Menurutnya, anggaran yang bakal diotak-atik nantinya kemungkinan besar berasal dari pos belanja yang tak terlalu mendesak untuk dibelanjakan tahun ini.
âNanti saya sisir dulu. Kalau tempat-tempat yang nggak bisa belanja tahun ini, akan saya geser,â kata Purbaya di Jakarta, Rabu (1/10). ers/and
- Menkeu Purbaya
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
KPK Panggil Gus Alex sebagai Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tradisi Koko’o Ketuk Sahur Meriahkan Puasa Ramadan di Gorontalo
-
Aturan DHE SDA Dikritik, Menkeu Purbaya Bongkar Celah Regulasi Era Sri Mulyani
-
T.O.P Eks BIGBANG Comeback dengan Album Solo Perdana "Another Dimension"
-
Carlos Pena: Persita Tangerang Fokus Tatap Laga Hadapi Persija Jakarta
-
Imlek Nasional 2026 jadi Momentum Perkuat Nilai Kepedulian Sosial Lalui Gerakan Berbagi Cahaya
-
Usai Kalah di Praperadilan, Mantan Menag Yaqut Langsung Dipanggil KPK Lagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.