Kobaran Api Meluas, Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam
Rabu, 05 Agu 2026, 13:30 WIBPROBOLINGGO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo, Jawa Timur belum padam dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare, sehingga petugas gabungan terus berusaha memadamkan kobaran api yang terus meluas dengan menggunakan alat manual seadanya.
"Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kondisi hari ini titik api masih belum padam, sehingga petugas terus melakukan upaya pemadaman ke sejumlah titik api," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief di kabupaten setempat, Rabu.
Personel Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, Perhutani, TNI/Polri, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Agen Penanggulangan Bencana Jatim, relawan dan masyarakat bersatu padu untuk memadamkan karhutla di kawasan wisata Gunung Bromo tersebut.
"Alat pemukul api (kepyok) yang dimiliki petugas sudah rusak semua karena digunakan secara masif saat memadamkan karhutla, namun petugas tetap memadamkan api dengan menggunakan ranting pohon yang ada," tuturnya.
Selain kepyok, lanjut dia, petugas gabungan menggunakan backpack sprayer untuk memadamkan kobaran api yang terus merembet ke lokasi yang lain akibat angin kencang dan ilalang kering yang mudah terbakar.
Tim gabungan juga memantau pergerakan titik api dan melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke wilayah lainnya, sehingga diharapkan api bisa padam dan luas lahan yang terbakar tidak semakin meluas.
Luas karhutla di Gunung Bromo yang merupakan kawasan TNBTS dari 7,9 hektare menjadi 10 hektare, namun kemungkinan bisa bertambah karena titik api belum padam 100 persen.
Karhutla tersebut berdampak pada penutupan sebagian kawasan wisata Gunung Bromo yang menjadi salah satu destinasi andalan di Jawa Timur karena pihak Balai Besar TNBTS menutup akses wisata Gunung Bromo dari pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang untuk memaksimalkan upaya pemadaman api dan memastikan aspek keselamatan seluruh wisatawan.
Penutupan tiga akses tersebut dilakukan sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan, namun wisatawan bisa berkunjung ke Gunung Bromo dari pintu masuk Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan dengan area yang terbatas.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Karhutla Makin Mengancam, Dinkes Kalsel Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam
-
Iran Bakal Makin Terkucil, Peru Memutuskan Hubungan Diplomatik
-
Doa Bersama Digelar untuk Keselamatan Jurnalis di Anak Krakatau
-
Tradisi Sembahyang Rebutan di Semarang
-
Transisi Hijau Dimulai, Green Job Siap Jadi Andalan Pekerja RI
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS Pegadaian pada Senin Ini
-
Operasi Pencarian Korban Banjir Bandang Nepal Terus Dilakukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.