Sedikitnya 69 Orang Tewas akibat Gempa di Filipina

Kamis, 02 Okt 2025, 02:30 WIB

BOGO - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Filipina tengah pada Rabu (1/10) meningkat menjadi sedikitnya 69 orang, kata seorang pejabat penanggulangan bencana, sementara sejumlah pasien yang terluka membanjiri rumah sakit di Pulau Cebu.

Saat ini para korban luka untuk sementara dirawat di tenda darurat di luar Rumah Sakit Provinsi Cebu karena ada kekhawatiran akan terjadinya gempa susulan. Mereka adalah korban selamat dari gempa dangkal berkekuatan 6,9 skala Richter yang melanda Selasa malam di lepas pantai utara Pulau Cebu dekat Bogo, sebuah kota berpenduduk 90.000 orang, menurut Survei Geologi AS.

Ket. Foto: Sejumlah kendaraan menghindari jalan yang retak akibat gempa skala 6,9 Richter yang mengguncang Kota Bogo di Filipina pada Rabu (1/10). Akibat bencana ini dilaporkan sebanyak 69 orang tewas. — Sumber: AFP/Ted ALJIBE

"Banyak korban tertimpa reruntuhan bangunan yang menyebabkan kematian mereka," ujar Wakil Administrator Kantor Pertahanan Sipil, Rafaelito Alejandro, seraya menyatakan bahwaada 30 orang tewas di Bogo.

Di kota-kota lain yang dekat pusat gempa, 22 orang tewas di San Remigio, 10 orang di Medellin, lima orang di Tabogon dan masing-masing satu orang di Sogod dan Tabuelan, kata dia.

Rumah sakit Bogo mencatat jumlah korban luka sejauh ini telah mencapai 186 orang.

Di tempat lain di Bogo, petugas pemadam kebakaran menggunakan ekskavator untuk mengebor lubang pada tumpukan reruntuhan motel dua lantai, di mana dua resepsionis dan seorang anak dikhawatirkan terjebak di sana.

Menanggapi terjadinya bencana gempa, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, menjanjikan bantuan cepat bagi para korban.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Seruan Darurat

Rekaman dramatis yang difilmkan oleh penduduk di Pulau Bantayan dekat Cebu menunjukkan serangkaian lampu di gereja Katolik tua bergoyang sebelum menara lonceng gereja jatuh ke halaman.

Televisi lokal menunjukkan pengendara turun dari sepeda motor mereka dan berpegangan pada pagar saat jembatan Cebu berguncang hebat.

Pemerintah Provinsi Cebu telah mengeluarkan seruan darurat bantuan di halaman Facebook resminya agar para relawan medis dapat membantu pascagempa.

Sejumlah jalan desa juga mengalami kerusakan akibat bencana ini. “Jalan di Kota Tabogon dipenuhi retakan setinggi lima sentimeter,” demikian laporan pandangan mata wartawan AFP.

Gempa bumi merupakan kejadian yang hampir terjadi setiap hari di Filipina karena negara ini terletak di “Cincin Api” Pasifik, sebuah busur aktivitas seismik dahsyat yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.

Sebagian besar guncangan gempa terlalu lemah untuk dirasakan oleh manusia tetapi gempa bumi yang kuat dan merusak terjadi secara acak, tanpa teknologi yang tersedia untuk memprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi. AFP/I-1

  • philippines peso

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.