Pembenahan Pelabuhan Muara Angke: DPRD DKI Jakarta Minta Perbaikan Akses Logistik

Minggu, 19 Apr 2026, 15:00 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli menyoroti berbagai persoalan yang masih terjadi di kawasan Pelabuhan Muara Angke. Permasalahan tersebut mencakup akses yang belum optimal hingga kepadatan kapal yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan nelayan.

Ia menyebut, kondisi akses menuju pelabuhan yang masih sering tergenang menjadi hambatan utama dalam mendukung kelancaran aktivitas. Situasi ini dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas orang dan distribusi barang dari dan menuju kawasan pelabuhan.

Ket. Foto: Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli menyoroti berbagai persoalan yang masih terjadi di kawasan Pelabuhan Muara Angke. Permasalahan tersebut mencakup akses yang belum optimal hingga kepadatan kapal yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan nelayan. — Sumber: DPRD DKI Jakarta

"Karena itu, akses menuju pelabuhan harus diperbaiki agar mobilitas orang dan barang lebih lancar," ujar Taufik.

Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat aktivitas perikanan, tetapi juga sebagai pintu transportasi laut masyarakat. Kawasan ini turut menjadi jalur utama menuju destinasi wisata Kepulauan Seribu serta distribusi hasil laut ke berbagai wilayah di Jakarta.

Namun demikian, kondisi di lapangan dinilai masih menunjukkan sejumlah tantangan yang membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah. Ia menegaskan, keberadaan pelabuhan ini sangat vital bagi berbagai sektor, mulai dari nelayan hingga pariwisata.

Selain persoalan akses, Taufik juga menyoroti kondisi overkapasitas kapal yang menyebabkan kepadatan di area pelabuhan. Kepadatan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas bongkar muat, tetapi juga meningkatkan potensi risiko keselamatan di lapangan.

"Ini harus segera ditata dengan sistem yang lebih baik agar tidak menimbulkan risiko, termasuk potensi kebakaran atau kecelakaan," tegasnya.

Ia menilai, tanpa penataan yang tepat, kepadatan kapal dapat berdampak pada efisiensi operasional pelabuhan. Bahkan, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kelancaran distribusi hasil laut.

Di sisi lain, Taufik mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan revitalisasi fasilitas pelabuhan. Upaya tersebut dinilai telah meningkatkan kenyamanan, khususnya bagi penumpang transportasi laut.

"Namun ke depan, perhatian juga harus diberikan kepada aspek fungsional bagi nelayan, termasuk penataan kapal dan akses logistik," tambahnya.

Ia menekankan bahwa pembenahan tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik semata. Penataan manajemen pelabuhan, sistem operasional, hingga dukungan terhadap nelayan juga harus menjadi perhatian utama.

Lebih lanjut, Taufik berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait dalam melakukan penataan menyeluruh. Hal ini mencakup perbaikan infrastruktur, pengaturan lalu lintas kapal, hingga pemberdayaan nelayan.

Dengan langkah yang terintegrasi, ia optimistis Pelabuhan Muara Angke dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih modern dan tertib. Selain itu, pelabuhan tersebut juga diharapkan mampu menjadi pusat perikanan yang efisien dan berdaya saing tinggi.

"Muara Angke bisa menjadi pelabuhan perikanan yang modern, tertib, dan menjadi kebanggaan Jakarta," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.