Prabowo Canangkan 2 Ribu Desa Nelayan dan Sawah Baru
📅 Selasa, 30 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: antara
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ia mencanangkan pembangunan 2.000 desanelayan sekaligus membuka 480 ribu hektare (ha) sawah baru pada 2026.
Presiden mengatakan 100 desa nelayan yang saat ini sedang berjalan, akan ditambah menjadi minimal 1.000 desa nelayan pada 2026, bahkan total mencapai 2.000 desa nelayan yang memiliki gudang penyimpanan untuk hasil produksi perikanan.
"Satu desa nelayan terdiri dari 2.000 nelayan. Kalau 2.000 desa nelayan, artinya 4 juta nelayan dengan istri dan anak-anak berarti 16 juta saudara-saudara kita penghasilannya akan meningkat," kata Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara musyawarah nasional salah satu partai politik di Jakarta, Senin (29/9).
Seperti dikutip dari Antara, Prabowo menjelaskan melalui desa nelayan, nelayan sekitar akan difasilitasi gudang penyimpanan (cold storage) dan dermaga untuk meningkatkan hasil produksi dan memaksimalkan pendapatan.
Berdasarkan hasil percontohan desa nelayan di Biak, Papua, penghasilan para nelayan mengalami peningkatan sebesar 60-100 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden juga akan membangun 20 ribu ha tambak di pantai utara (Pantura) Jawa Barat sebagai tahap awal yang diproyeksi membuka 130 ribu lapangan kerja baru.
Selain budidaya dan perikanan, Kepala Negara juga akan memperluas program cetak sawah baru mencapai 480 ribu ha. Saat ini, cetak sawah yang telah berhasil mencapai 280 ribu ha yang berdampak pada peningkatan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah.
Berdasarkan catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan peningkatan produksi beras total sebesar 14,49 persen pada Januari–Juli 2025, yakni mencapai 21,76 juta ton, dengan rekor tertinggi 13,95 juta ton pada Januari–April 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, produksi beras yang tinggi tersebut membuat Bulog kekurangan gudang penyimpanan. Oleh karenanya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar 5 triliun rupiah agar Bulog dapat membangun 100 gudang baru.
"Bulog akan bangun 100 gudang baru masing-masing di tanah 5 ha, gudang modern, dan itu mereka hanya butuh Rp5 triliun, karena penghematan dari macam-macam kebocoran dan korupsi," kata Presiden.
Proyek Strategis Nasional
Seiring dengan itu, pemerintah melepaskan status kawasan hutan bagi 474 ribu ha lahan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, yang dikembangkan sebagai pusat cadangan pangan nasional melalui program cetak sawah.
“Dari yang dimohonkan, itu 474 ribu ha yang sudah dilepas dari (status) kawasan hutan. Yang (sudah) jadi (terbit) PBT (Peta Bidang Tanah) itu 451 ribu hektare,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid saat ditemui di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan lahan tersebut merupakan kawasan hutan dan tidak ada yang bermukim, sehingga merupakan tanah milik negara dan tidak perlu melakukan prosedur pembebasan tanah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!