Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhaj Ingin Rata-rata Masa Tunggu Haji Nasional Sekitar 26 Tahun, Waduh Lama Banget!

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 20:56 WIB | Oleh:
Kemenhaj Ingin Rata-rata Masa Tunggu Haji Nasional Sekitar 26 Tahun, Waduh Lama Banget! Doc: ANTARA/Andika Wahyu
Ket. Arsip foto - Jamaah haji Indonesia antre menuju bus di kawasan tenda Mina, Makkah, Arab Saudi.

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah menegaskan perhitungan kuota haji per provinsi ke depan akan dilakukan berdasarkan ketentuan dalam undang-undang, sehingga rata-rata masa tunggu Nasional merata pada kisaran 26-27 tahun.

"Jadi mungkin nanti ada banyak perubahan mungkin ada daerah atau provinsi yang naik jumlah jamaah hajinya tapi ada juga yang turun," ujar Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Selasa (30/9).

Menurutnya, selama ini alokasi kuota haji antarprovinsi dianggap dilakukan tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah beberapa kali merekomendasikan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap metode perhitungan kuota tersebut.

"BPK berulang kali merekomendasikan bahwa perhitungan kuota per provinsi selama ini tidak merujuk pada undang-undang. Karena itu, mulai sekarang, perhitungan harus kembali ke dasar hukum," kata Dahnil.

Ia menjelaskan dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, disebutkan bahwa kuota haji ditentukan berdasarkan dua faktor utama, yakni jumlah penduduk muslim per provinsi dan jumlah daftar tunggu (waiting list).

"Jadi perhitungannya mengacu pada dua hal, jumlah penduduk muslim dan jumlah daftar tunggu. Bisa digunakan salah satu, atau gabungan keduanya," katanya.

Dengan pendekatan ini, Dahnil optimistis waktu tunggu haji di berbagai daerah bisa menjadi lebih merata.

"Kalau menggunakan daftar tunggu sebagai dasar, maka rata-rata nasional masa tunggunya sekitar 26–27 tahun. Tidak ada lagi provinsi yang harus menunggu hingga 40 tahun," kata dia.

Di tempat terpisah, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengatakan pemerintah tengah meminta persetujuan DPR terkait pembagian kuota haji yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Kuota yang diberikan tetap sama dengan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 221 ribu orang. Menurut dia, pembagian kuota akan dilakukan dengan pendekatan berdasarkan sistem antrean nasional, guna mewujudkan pemerataan antrean di seluruh provinsi.

Menurut Irfan, kebijakan ini diharapkan menciptakan keadilan dalam pemberangkatan haji. Apalagi di suatu daerah masa tunggunya ada yang menyentuh 40 tahun, sementara di tempat lain belasan tahun.

Sistem ini juga akan berpengaruh pada penyaluran nilai manfaat dana haji yang diterima jamaah.

"Dengan sistem antrian ini, nilai manfaat yang diberikan kepada jamaah akan lebih proporsional. Tidak ada lagi perbedaan mencolok antara jamaah yang menunggu 20 tahun dan yang menunggu 30 tahun, tetapi mendapatkan manfaat yang sama," kata dia.

Pemerintah, kata Irfan, telah menyampaikan usulan ini kepada Komisi VIII dan berharap dalam waktu dekat dapat memperoleh kepastian mekanisme yang akan digunakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

51 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...
Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...
Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.