Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Dipangkas, Konsumsi Domestik Diprediksi Masih Jadi Penopang Utama

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Dipangkas, Konsumsi Domestik Diprediksi Masih Jadi Penopang Utama Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Kantor Pusat Asian Developmenta Bank (ADB) di Manila, Filipina.

JAKARTA – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia seiring tekanan pelemahan ekonomi global yang makin nyata.

Revisi ini mencerminkan sensitivitas perekonomian Indonesia terhadap dinamika eksternal, mulai dari melambatnya perdagangan hingga ketatnya likuiditas global.

Tak hanya itu, penyesuaian tersebut bisa dibilang ini semacam “wake-up call” — ekonomi RI masih tangguh, tapi tetap perlu diversifikasi mesin pertumbuhan di dalam negeri agar tidak gampang goyah setiap kali angin kencang dari luar negeri bertiup.

Menurut laporan Asian Development Outlook September 2025 yang diterbitkan di Manila, Filipina, Selasa (30/9), ADB memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year-on-year/ yoy) dan tingkat inflasi mencapai 1,7 persen yoy pada 2025. Angka pertumbuhan itu di bawah proyeksi awal pada April lalu sebesar 5,0 persen.

Dengan kata lain, ADB memperkirakan perekonomian Indonesia bakal kehilangan daya pacunya pada tahun ini. Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 mencapai 5,03 persen.

Tahun depan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 5 persen yoy pada 2026, dengan tingkat inflasi 2 persen yoy. Namun, angka pertumbuhan ekonomi tersebut masih di bawah prediksi awal ADP pada April lalu sebesar 5,1 persen.

Dalam laporan tersebut, analisis tentang kondisi ekonomi Indonesia ditulis oleh Senior Economic Officer of ADB Indonesia Resident Mission Priasto Aji dan Principal Country Economist of ADB Indonesia Resident Mission Reza Anglingkusumo.

“Meskipun pelemahan pertumbuhan ekonomi global akan mempengaruhi perdagangan (ekspor dan impor), namun konsumsi domestik akan terus menopang perekonomian nasional,” tulis tim ekonom ADB dalam laporan tersebut, yang diterima di Jakarta, Selasa.

Sepanjang semester I 2025, realisasi belanja pemerintah berjalan lebih lambat karena program baru masih dalam tahap implementasi. Namun, ADB memperkirakan pengeluaran negara akan meningkat bertahap pada paruh kedua 2025 hingga 2026, sehingga stimulus fiskal dapat lebih efektif meredam dampak eksternal.

Di sisi moneter, pelonggaran suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar total 150 basis poin sejak September 2024 menjadi 4,75 persen per September 2025 diperkirakan dapat mendukung aktivitas ekonomi, sementara momentum investasi mulai menguat.

ADB juga mencatat risiko inflasi tetap terkendali. Rata-rata inflasi diproyeksikan hanya 1,7 persen pada 2025, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,0 persen.

Stabilitas harga ini memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif untuk menopang pertumbuhan.

Dari sisi fiskal, pemerintah menaikkan target defisit 2025 menjadi 2,8 persen dari PDB, masih di bawah ambang batas legal 3 persen.

Sementara untuk 2026, defisit anggaran diproyeksikan sekitar 2,7 persen dari PDB dengan belanja tetap diarahkan pada program pembangunan manusia, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta pengurangan ketimpangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Kebakaran Gudang Konveksi d...

Raja Ampat Belajar Menanam Kakao

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Raja Ampat Belajar Menanam ...
Daerah
Perlu Kerja Sama Berbagai P...
Luar Negeri
Versi Baru Jet Tempur Akan ...
Rona
"Star Trek" Rayakan Ulang T...
Daerah
Lembaga Adat Aceh Tak Dibia...

Hari Ini Mungkin Hujan Akan Mengguyur Kota-kota

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Hari Ini Mungkin Hujan Akan...
Megapolitan
Minggu, Cuaca Jakarta Diper...
Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

25 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.