Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Negara-negara Berkembang di Asia dan Pasifik

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 15:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Negara-negara Berkembang di Asia dan Pasifik Doc: AP
Ket. Seorang pria berjalan di samping logo Bank Pembangunan Asia (ADB) di luar kantor pusat mereka di Manila, Filipina pada 15 April 2025.

MANILA - Asian Development Bank (ADB) memangkas prospek pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara berkembang di kawasan Asia dan Pasifik masing-masing sebesar 0,1 dan 0,2 poin persentase untuk 2025 dan 2026.

Pemangkasan dilakukan di tengah perubahan lingkungan perdagangan global yang dipengaruhi penerapan tarif dan pembaruan sejumlah perjanjian perdagangan, demikian menurut laporan Prospek Pembangunan Asia (Asian Development Outlook/ADO) untuk September 2025, yang dirilis pada Selasa (30/9).

Laporan prospek pertumbuhan ekonomi yang diperbarui tersebut memproyeksikan perekonomian di kawasan Asia dan Pasifik akan tumbuh sebesar 4,8 persen tahun ini dan 4,5 persen tahun depan. Angka ini turun dari proyeksi pada April lalu, yaitu 4,9 persen untuk 2025 dan 4,7 persen untuk 2026.

Tarif yang lebih tinggi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS), bersama dengan meningkatnya ketidakpastian perdagangan, diperkirakan akan membebani pertumbuhan di dua kawasan tersebut.

Inflasi diperkirakan akan terus mereda hingga menyentuh angka 1,7 persen tahun ini, di tengah harga pangan dan energi yang terus menurun, sebelum akhirnya meningkat tipis hingga 2,1 persen pada tahun depan seiring normalisasi harga pangan.

"Tarif AS telah ditetapkan pada rekor tertinggi sepanjang sejarah, dan ketidakpastian perdagangan global masih tinggi," ujar Kepala Ekonom ADB Albert Park, memperingatkan.

"Pertumbuhan di negara-negara berkembang di kawasan Asia dan Pasifik tetap tangguh tahun ini berkat ekspor dan permintaan domestik yang kuat, meskipun memburuknya lingkungan eksternal terus memengaruhi prospek tersebut," tambah Park.

Di tengah perubahan lingkungan perdagangan global saat ini, dia mengatakan sangat penting bagi pemerintah untuk terus mendorong manajemen makroekonomi yang sehat, keterbukaan, dan integrasi regional yang lebih luas.

Tarif tinggi AS yang dikenakan terhadap ekspor India mulai Agustus diperkirakan akan membebani pertumbuhan. ADB memproyeksikan ekonomi India tumbuh sebesar 6,5 persen untuk tahun 2025 dan 2026, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya pada April yang ditetapkan sebesar 6,7 persen tahun ini dan 6,8 persen tahun depan.

Perekonomian di Asia Tenggara mengalami penurunan proyeksi pertumbuhan terbesar di tengah melemahnya permintaan global dan meningkatnya ketidakpastian perdagangan. Pertumbuhan di subkawasan ini kini diproyeksikan sebesar 4,3 persen untuk tahun 2025 dan 2026, turun 0,4 poin persentase dibandingkan dengan proyeksi pada April.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan untuk kawasan Kaukasus dan Asia Tengah mencatat sedikit peningkatan untuk tahun ini menjadi 5,5 persen, sementara proyeksi untuk tahun depan dipangkas 0,1 poin persentase menjadi 4,9 persen, terutama mengingat produksi minyak dan gas yang lebih rendah di beberapa negara di subkawasan tersebut.

Untuk perekonomian di kawasan Pasifik, proyeksi pertumbuhan ekonomi telah dinaikkan 0,2 poin persentase menjadi 4,1 persen tahun ini, di tengah peningkatan output pertambangan. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan subkawasan tersebut untuk tahun depan diturunkan menjadi 3,4 persen, dari semula diproyeksikan sebesar 3,6 persen pada April karena ekspektasi output sumber daya yang lebih lemah dan ekspor komoditas yang lebih rendah.

Risiko utama yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan di kawasan Asia dan Pasifik meliputi ketidakpastian yang masih berlangsung terkait kebijakan perdagangan AS, terutama soal kemungkinan penerapan tarif pada sektor semikonduktor dan farmasi, serta negosiasi perdagangan antara AS dan China yang belum mencapai kesepakatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.