Begini Cara Cek Desil Bansos 2025 di Aplikasi Resmi Kemensos

Senin, 29 Sep 2025, 19:00 WIB

JAKARTA – Desil bansos menjadi istilah penting dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Data ini digunakan untuk memetakan tingkat kesejahteraan keluarga agar distribusi bantuan bisa tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kementerian Sosial (Kemensos) melalui laman resminya menjelaskan bahwa desil adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Pengelompokan ini diambil dari data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA

Dengan adanya data tersebut, pemerintah bisa menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan. Desil membantu memisahkan kelompok masyarakat dari yang paling rentan hingga yang paling sejahtera secara terukur.

Secara umum, desil terbagi menjadi 10 kelompok dengan klasifikasi yang jelas. Masyarakat yang masuk ke dalam desil 1 sampai desil 4 dikategorikan miskin dan rentan, sehingga mereka diprioritaskan untuk menerima bansos.

Sementara itu, semakin tinggi angka desil maka menunjukkan kondisi ekonomi keluarga tersebut semakin baik. Artinya, masyarakat yang berada di desil atas cenderung tidak menjadi prioritas penerima bantuan.

Informasi ini penting diketahui oleh setiap keluarga karena berpengaruh terhadap kelayakan menerima bansos. Dengan mengetahui posisi desil, masyarakat bisa memastikan apakah data yang tercatat sudah sesuai dengan kondisi nyata.

Kemensos menyediakan aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di smartphone melalui Google Play Store maupun App Store. Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengetahui status bansos sekaligus melihat informasi desil kesejahteraan keluarga.

Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi Cek Bansos sesuai perangkat yang digunakan. Setelah itu, lakukan registrasi akun dengan menyiapkan dokumen identitas berupa KTP dan KK.

Jika sudah berhasil mendaftar, masyarakat bisa login menggunakan akun yang telah dibuat. Selanjutnya, pilih menu Cek Bansos yang tersedia di dalam aplikasi.

Pada tahap berikutnya, masukkan data diri sesuai dengan identitas resmi. Sistem aplikasi kemudian akan menampilkan informasi mengenai status penerimaan bansos dan posisi desil keluarga.

Dengan cara ini, masyarakat bisa memastikan apakah dirinya terdaftar sebagai penerima bantuan. Selain itu, mereka juga bisa melihat desil kesejahteraan yang tercatat dalam sistem.

Pengecekan ini bukan hanya bermanfaat untuk mengetahui hak bansos. Namun, juga berguna sebagai dasar koreksi jika terdapat ketidaksesuaian antara data di sistem dan kondisi di lapangan.

Kemensos juga menyediakan fitur "Usul dan Sanggah" di dalam aplikasi Cek Bansos. Melalui fitur ini, masyarakat bisa mengajukan perbaikan data jika ditemukan perbedaan informasi.

“Fitur usul dan sanggah diharapkan membuat data lebih akurat sekaligus memastikan bansos benar-benar sampai kepada yang berhak,” demikian penjelasan Kemensos.

Adanya sistem digital ini dianggap memudahkan masyarakat untuk memantau dan memastikan hak bansosnya. Sekaligus, pemerintah dapat lebih transparan dalam menyalurkan bantuan berdasarkan data desil.

Dengan pemetaan desil yang jelas, program bansos diharapkan lebih efektif dan tepat sasaran. Hal ini juga membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Ke depan, akurasi data desil akan semakin diperkuat dengan pemutakhiran rutin. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek dan memperbarui data agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan sosial.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.