Mengoptimalkan Menu Telur di MBG untuk Stabilkan Harga
Sabtu, 09 Mei 2026, 00:25 WIBJakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur (Jatim) untuk memperkuat penggunaan menu berbahan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya membantu penyerapan hasil produksi peternak lokal untuk merespons aksi damai peternak ayam petelur di Magetan yang memprotes anjloknya harga telur di tingkat peternak.
"Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG, sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan telur peternak dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen," ucap Nanik di Jakarta, Jumat.
Nanik menjelaskan, berdasarkan koordinasi bersama satuan tugas MBG Kabupaten Magetan, penggunaan menu telur di SPPG direncanakan ditingkatkan menjadi hingga tiga kali dalam sepekan. Sebelumnya, menu telur dalam operasional MBG diberikan sebanyak dua kali dalam seminggu.
"Jadi untuk menaikkan harga telur, peternak program MBG akan menggunakan menu telur seminggu tiga kali. Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk peternak ayam petelur," katanya.
Ia menambahkan, selama ini SPPG di Kabupaten Magetan telah menggunakan pasokan telur dari peternak lokal dan tidak mengambil suplai dari luar daerah agar mampu membantu perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Sebelumnya, pada Rabu (6/5), sejumlah peternak ayam petelur di Magetan menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Magetan dan sekitar Masjid Agung Baitussalam. Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai simbol protes terhadap anjloknya harga telur.
Para peternak menyampaikan harga telur di tingkat kandang saat ini berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pembelian pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
Mereka juga menyoroti tingginya harga pakan ternak dan kondisi over-produksi yang membuat hasil telur sulit terserap pasar secara maksimal.
- MBG
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hari Ini HUT Kota Tangerang, Warga Digratiskan Naik Bus Tayo dan Si Benteng!
-
Program MBG Ponorogo Kembali Normal Mulai 31 Maret
-
Kemenhub: Seluruh Awak Pesawat ATR 42-500 Penuhi Standar Penerbangan
-
Konsolidasi Program Bangga Kencana di Kalbar
-
Menu MBG Tak Sesuai Standar Kesehatan dan Gizi
-
Mudik Gratis BUMN 2026 Akan Berangkatkan Lebih dari 100 Ribu Pemudik
-
Normalisasi Irigasi di Indramayu Ditargetkan Selesai dalam Tiga Bulan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.