Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penuh Haru, Pertemuan Anak Korban Kekerasan di Kebayoran Lama dengan Keluarga

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 12:53 WIB | Oleh:
Penuh Haru, Pertemuan Anak Korban Kekerasan di Kebayoran Lama dengan Keluarga Doc: antara foto
Ket. Pertemuan anak korban kekerasan di Pasar Kebayoran Lama, Jaksel dengan keluarganya.

JAKARTA – Pertemuan anak korban kekerasan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisial AMK dengan keluargnya membuat haru. Pertemuan itu dipantau langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi dengan keluarganya.

"Pertemuan ini adalah pertemuan yang membahagiakan, khususnya untuk ananda MK dan keluarganya. Ini merupakan anugerah luar biasa, karena kita bisa menyatukan kembali sebuah keluarga yang sempat terpisah," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Minggu (28/9).

Hal itu dikatakannya saat pertemuan anak korban kekerasan dan penelantaran berinisial AMK dengan saudari kembarnya, yaitu SK, serta kedua kakak, dan ayah kandungnya.

Arifah sangat mengapresiasi semua pihak yang telah berperan dalam penanganan kasus MK, mulai dari penegakan hukum hingga pemulihan medis dan sosial.

KemenPPPA terus memantau kondisi MK dari hari ke hari. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dukungan emosional melalui pendampingan penuh selama perawatan di rumah sakit lebih dari dua bulan.

Selama masa perawatan, KemenPPPA menugaskan suster khusus yang mendampingi MK selama 24 jam, memastikan korban mendapatkan perhatian, komunikasi, dan semangat untuk pulih.

"Kami berterima kasih kepada Polri, Rumah Sakit Polri, organisasi Buddha Tzu Chi yang membiayai operasi, serta Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta yang terus membantu menjaga MK. Kerja sama luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama," katanya.

Selain itu, KemenPPPA juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta, serta instansi terkait lain untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi MK.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri mempertemukan anak korban penyiksaan berinisial MK (9) dengan saudara kembar dan ayah kandungnya.

Sebagai informasi, AMK adalah anak korban dugaan penyiksaan yang ditemukan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dalam keadaan penuh luka pada Juni 2025.

Dirtipid PPA dan PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa pertemuan penuh haru itu berlangsung di sebuah panti sosial.

Penyidik Dittipid PPA dan PPO bersama pendamping dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Dinas Sosial DKI Jakarta memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Ini bukan hanya perkara hukum, tapi juga soal kemanusiaan. Kami berkomitmen memberikan keadilan dan memastikan korban kembali ke lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang,” katanya.

Nurul mengungkapkan, penemuan identitas keluarga AMK bukan hal yang mudah. Berangkat hanya dari potongan ingatan sang anak tentang sekolah dan gurunya, penyidik melakukan penelusuran intensif lintas kota mulai dari Jakarta, Surabaya, hingga Sidoarjo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.