Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

80 Atlet Paralayang Dunia Terbang dari Sky Lancing NTB

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 15:55 WIB | Oleh:
80 Atlet Paralayang Dunia Terbang dari Sky Lancing NTB Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
Ket. Atlet paralayang saat terbang di Sky Lancing Lombok Tengah, Provinsi NTB di Lombok Tengah, Minggu (28/9).

Lombok Tengah -- Sebanyak 80 atlet dunia terbang dari Sky Lancing Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada ajang paralayang internasional bertajuk Skylancing X’Cross Country Championship 2025 pada 13–19 Oktober 2025.

"Kejuaraan perdana ini akan menghadirkan 80 atlet nasional dan internasional dari 10 negara dengan total hadiah Rp300 juta," kata Ketua Sky Lancing Lombok Roy Rahmanto di Lombok Tengah, Minggu.

Ia mengatakan event ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga dirgantara, tetapi juga momentum memperkenalkan Lombok sebagai destinasi sport tourism dunia.

“Untuk pertama kalinya, ajang paralayang cross country ini digelar di Lombok. Kami berharap bisa menjadi sarana promosi wisata olahraga, sekaligus menegaskan kesiapan NTB menyambut PON 2028,” ujarnya.

Hingga 28 September, sebanyak 69 atlet telah terdaftar, berasal dari Indonesia, China, Hongkong, Malaysia, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Swiss, Kazakhstan, dan Italia.

"Ajang ini masuk kalender resmi paralayang Indonesia 2025 serta program kerja PB FASI dan FASI NTB," katanya.

Lokasi take-off ditetapkan di Sky Lancing Lombok Paragliding, Dusun Lancing, Desa Mekarsari, Lombok Tengah. Sementara titik landing berada di Lapangan Giri Menang, Kantor Bupati Lombok Barat.

"Jalur terbang para atlet akan melintasi kawasan wisata populer seperti Dasan Geres, Dam Pengga, Areguling, hingga Jembatan Kembar, dengan total jarak sekitar 24,65 kilometer," katanya.

Untuk memfasilitasi penonton, panitia juga menyiapkan layar raksasa di Lombok Barat, sehingga masyarakat dapat menyaksikan secara langsung jalannya pertandingan.

“Nanti di Lombok Barat, akan disiapkan TV besar untuk memantau penerbangan atlet yang berlaga, jadi nanti semua masyarakat bisa menonton langsung,” katanya.

Ia mengatakan event ini diharapkan membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM.

“Selain tontonan olahraga kelas dunia, kami ingin UMKM lokal mendapat ruang berkembang. Ini juga menjadi edukasi masyarakat tentang paralayang, yang berbeda dengan terjun payung,” katanya menjelaskan.

Ia menegaskan, dalam rangka menyambut PON 2028, Cabang Olahraga (cabor) paralayang ini sudah memiliki infrastruktur aerosport yang paling siap dibanding cabang lainnya.

“Bisa dibilang kita cabor yang sudah paling siap. Pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran tambahan karena fasilitas sudah tersedia,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

55 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.