Indonesia vs Bulgaria: Ujian Sesungguhnya John Herdman
📅 Senin, 30 Mar 2026, 18:52 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi saksi bisu ujian sesungguhnya bagi era baru Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman pada laga final FIFA Series 2026, Senin (30/3) pukul 20.00 WIB.
Setelah debut manis kontra Saint Kitts dan Nevis, skuad Garuda kini ditantang oleh kekuatan Eropa, Bulgaria, yang menempati peringkat 86 dunia. Menghadapi lawan yang memiliki keunggulan fisik dan organisasi permainan matang, Herdman diprediksi kembali mengandalkan formasi hybrid dinamis guna meredam agresivitas sayap tim berjuluk Lavovete tersebut, sembari menyiapkan skenario adu penalti sebagai langkah antisipasi perebutan gelar juara.
Bulgaria menjadi ujian sesungguhnya untuk Herdman. Negara Eropa asuhan Aleksander Dimtrov itu akan menjadi tolak ukur awal sebenarnya, soal sudah sejauh mana level timnas Indonesia di era baru ini.
Sebagai gambaran, Bulgaria adalah tim Eropa yang kini menempati peringkat 86 dunia berdasarkan live ranking yang tertera di laman resmi FIFA, per Senin pukul 15.00 WIB.
Mereka menjadi negara yang pernah mencicipi atmosfer pertandingan Piala Dunia dalam tujuh edisi, dengan prestasi terbaik menjadi peringkat keempat pada 1994 di Amerika Serikat bersama generasi yang dipimpin oleh Hristo Stoichkov.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski tak pernah berpartisipasi di Piala Dunia lagi sejak terakhir kali 1998, Bulgaria tetap menjadi perhatian besar. Kualitas permainan Bulgaria juga patut diwaspadai oleh Herdman, karena mereka terus ditempa pertandingan internasional melawan negara-negara seperti Turki, Spanyol, dan Georgia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tak hanya tiga negara itu, Bulgaria juga tercatat rutin melawan tim-tim top lainnya di benua Eropa, baik di laga persahabatan atau pun laga kompetitif. Ada Serbia dan Hungaria yang mereka hadapi di Kualifikasi Piala Eropa 2024, lalu Prancis di laga persahabatan, hingga Italia, Irlandia Utara, dan Swiss di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Saat ditanya mengenai kekuatan lawan, Herdman menjawab itu terletak pada permainan sayap mereka yang berbahaya, yang juga kerap membuat kombinasi permainan segitiga untuk merusak struktur bertahan lawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jay Idzes dan kawan-kawan harus segera merusak momentum apabila Bulgaria mulai melancarkan taktiknya ini. Pasalnya, tambah Herdman, apabila dibiarkan dan mereka kemudian mendapatkan ritme, itu akan sangat membahayakan. Sebagai buktinya, permainan Bulgaria ini membuat Kepulauan Solomon menyerah 2-10 pada laga pertama FIFA Series 2026, Jumat lalu.
Membandingkan dengan Saint Kitts dan Nevis, Herdman menegaskan bahwa “Bulgaria berbeda”. Tim berjuluk Lavovete (Singa) itu memiliki fisik yang lebih besar dan kuat, serta tampil lebih terorganisir, baik saat menyerang maupun bertahan.
"Kami harus menemukan cara untuk menang," kata Herdman, pelatih yang memimpin timnas Kanada di Piala Dunia 2022 tersebut.
Salah satu cara untuk memenangkan pertandingan final ini adalah membawa laga sampai adu penalti. Tak ada hasil imbang di turnamen ini, sehingga apabila sebuah laga berakhir seri dalam 90 menit, maka tak ada tambahan waktu dan pemenang akan ditentukan langsung melalui penalti.
Herdman sudah menyiapkan semua kemungkinan. Di sesi latihan tim di Stadion Madya kemarin sore, pelatih berusia 50 tahun itu mendatangi awak media sebelum melakukan wawancara dengan meminta maaf, bahwa latihan di sore itu sedikit lebih lama karena timnya juga menyisipkan sesi khusus latihan penalti.
Garuda yang baru
Sebuah era baru, mendatangkan harapan baru. Bersama Herdman, pencinta sepak bola Indonesia bisa bernapas lega setelah juru taktik kelahiran Consett itu memulai debutnya dengan mengesankan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!