- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Kenakan Tarif 100% k...
Trump Kenakan Tarif 100% ke Produk Farmasi, Jepang dan UE Aman, Inggris-Australia Bereaksi
Sabtu, 27 Sep 2025, 11:27 WIBJAKARTA â Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 100% untuk produk farmasi bermerek atau yang dipatenkan. Tarif tinggi tersebut akan berlaku mulai 1 Oktober mendatang.
Namun seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, tarif baru terhadap impor farmasi tersebut tidak akan berlaku bagi negara-negara yang memiliki perjanjian yang dinegosiasikan dengan AS yang memuat ketentuan tentang obat-obatan.
Bea masuk untuk produk farmasi dari Uni Eropa akan dibatasi sebesar 15% sesuai ketentuan kerangka perjanjiannya, ujar pejabat tersebut pada hari Jumat (26/9). Obat-obatan Jepang juga akan dikenakan tarif yang tercantum dalam perjanjian tersebut, kata pejabat tersebut dilansir dari Japan Times.
Pernyataan bersama AS-Jepang menyatakan tarif Amerika untuk obat-obatan dan semikonduktor Jepang tidak boleh melebihi tarif yang dikenakan kepada negara lain, termasuk Uni Eropa.
Jepang mengekspor produk farmasi senilai ¥411 miliar ($2,7 miliar) ke Amerika Serikat pada tahun 2024, yang merupakan 1,9% dari total ekspornya ke negara tersebut, menurut data Kementerian Keuangan Jepang.
Inggris, negara yang juga mengekspor produk farmasi ke AS, akan dikenakan tarif 100%, menurut seorang pejabat Gedung Putih. London juga menegosiasikan perjanjian dagang dengan Washington yang mencakup ketentuan pengecualian serupa. Namun, kedua negara belum menyepakati tarif untuk produk farmasi.
Sementara Uni Eropa mengatakan pada Jumat bahwa kesepakatan bulan Juli dengan Washington melindungi blok tersebut dari tarif yang lebih tinggi dari 15 persen pada ekspor obat-obatannya.
"Batas tarif 15 persen yang jelas dan inklusif untuk ekspor UE ini merupakan kebijakan asuransi bahwa tidak akan ada tarif yang lebih tinggi bagi operator ekonomi Eropa," kata juru bicara perdagangan UE, Olof Gill, dikutip AFP.
Sebuah kelompok industri farmasi Eropa juga memperingatkan bahwa tarif obat-obatan akan "menciptakan situasi terburuk di dunia."
"Tarif meningkatkan biaya, mengganggu rantai pasokan, dan mencegah pasien mendapatkan perawatan yang menyelamatkan jiwa," ujar Nathalie Moll, direktur jenderal Federasi Industri dan Asosiasi Farmasi Eropa, Jumat.
Langkah terbaru Trump juga dikritik oleh sekutu AS, Australia, yang mengekspor produk farmasi senilai sekitar $1,35 miliar ke Amerika Serikat pada tahun 2024, menurut Basis Data Comtrade PBB.
Menteri Kesehatan Australia Mark Butler mengatakan pada hari Jumat bahwa tarif yang lebih tinggi "tidak sesuai dengan kepentingan konsumen Amerika... terutama mengingat besarnya manfaat yang diperoleh eksportir mereka di Australia dari perdagangan bebas tersebut."
Trump pada Kamis (16/9) mengumumkan bahwa AS akan mengenakan tarif 100% pada setiap produ farmasi bermerek atau yang dipatenkan, kecuali jika perusahaan tersebut sedang membangun pabrik manufaktur farmasinya di Amerika, yang didefinisikan sebagai "memulai pembangunan dan/atau sedang dalam pembangunan."
âTidak ada tarif yang akan berlaku "jika pembangunan telah dimulai," tulis Trump di media sosial miliknya, Truth Social.
Pengumuman mendadak itu tidak menyertakan detail lain, membuat beberapa negara-negara bertanya-tanya apakah kesepakatan mereka dengan Washington masih berlaku untuk tarif farmasi baru tersebut.
Jika sebuah perusahaan mengumumkan akan membangun pabrik di AS, produk mereka akan dikecualikan sementara Departemen Perdagangan meninjau pengumuman tersebut dan melakukan proses persetujuan, kata Gedung Putih.
- Kebijakan Tarif AS
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pemprov Kepri Tambah Kuota Penerima Beasiswa untuk Pendidikan Tinggi di 2026
-
Tarif Nol Persen untuk Ribuan Produk, Ekspor Indonesia ke AS Diproyeksi Naik
-
Dunia Internasional Waswas, Trump Perintahkan AS Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional, PBB hingga Lembaga Iklim Ditinggalkan
-
Kasus Keracunan Siswa, IDAI Warning Keras: Standar MBG Harus Diperketat!
-
Trump Ancam Menaikan Tarif pada India atas Pembelian Minyak Russia
-
Gaya Hidup Ternyata Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Begini Penjelasannya
-
Satpol PP Depok Kembali “Bersih-Bersih”! 59 PKL dan Bangunan Liar Ditertibkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.