Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?
Senin, 03 Agu 2026, 12:24 WIBJAKARTA â Anomali cuaca terus terjadi. Ini cukup buruk bagi Kesehatan bahkan menurut Dokter Spesialis penyakit Dalam RS Sari Asih Bintaro Yoppi Kencana perubahan cuaca kerap diikuti meningkatnya risiko penyakit infeksi. Ini antara lain seperti demam tifoid atau tipes yang menyerang saluran pencernaan akibat menurunnya sanitasi lingkungan dan kebersihan pangan.
Ia menjelaskan bakteri penyebab tipes masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Setelah melewati lambung, bakteri ini akan berkembang biak dan menyerang usus halus.
"Usus halus merupakan organ vital untuk penyerapan nutrisi. Ketika bakteri Salmonella typhi menginfeksi dinding usus, timbul peradangan hebat yang mengganggu pencernaan dan memicu respons imunitas berupa demam tinggi serta rasa lemas ekstrem," kata Yoppi Kencana dalam keterangannya di Tangerang, Banten, Senin.
Menurutnya, banyak masyarakat masih menganggap tipes sebagai penyakit ringan akibat kurang istirahat semata. Padahal jika penanganan terlambat atau diabaikan, infeksi bakteri ini dapat memicu komplikasi fatal pada organ pencernaan.
Pasalnya peradangan yang dibiarkan dapat mengikis lapisan dinding usus halus. Beberapa komplikasi serius yang berisiko terjadi seperti perdarahan saluran cerna, perforasi usus yakni kebocoran atau robekan pada dinding usus yang membutuhkan operasi darurat.
"Komplikasi paling bahaya adalah sepsis yakni kondisi berbahaya ketika infeksi bakteri menyebar luas ke dalam seluruh aliran darah," ujarnya.
Jika mengalami demam tinggi persisten yang tidak merespons obat penurun panas, muntah terus-menerus hingga tidak ada makanan/cairan yang masuk, nyeri perut hebat, dehidrasi berat hingga merasa bingung, linglung, atau mengalami penurunan kesadaran, kata dia, maka masyarakat diimbau segera ke fasilitas kesehatan.
"Ketika sudah alami demam dengan suhu tubuh meningkat perlahan disertai gangguan pencernaan hingga lemas, maka itu tanda butuh penanganan medis segera," tegasnya.
Sementara itu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat agar terhindar dari tipes yakni vaksinasi tifoid secara berkala setiap 3 tahun sekali, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum makan dan setelah dari kamar mandi.
Pastikan air dimasak hingga mendidih dan mengonsumsi makanan matang yang diolah secara bersih. Menjaga kebiasaan makan teratur, kecukupan cairan minimal dua liter sehari hingga mengelola stres, dan tidak menahan buang air besar.
"Pola hidup secara lahir dari kesadaran diri untuk hidup sehat. Dengan kondisi cuaca saat ini, perlu adanya saling edukasi untuk kesehatan bersama," katanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 23 Juni 2026: Pagi Cerah, Siang hingga Malam Berpotensi Hujan
-
Prabowo: Kemerdekaan Indonesia untuk Membebaskan Rakyat dari Kemiskinan
-
Amorim Tetap Optimis meski MU Akan Tanpa Bruno Fernandes Selama Sebulan
-
Cegah Inflasi, Tulungagung Luncurkan Gebyar Pangan Murah 2025
-
Kota-kota Besar Bakal Diguyur Hujan. Siapkan Diri Hadapi Banjir. Pontianak Potensi Badai Petir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.