Gunung Semeru Lima Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 700 meter
Senin, 03 Agu 2026, 12:24 WIBLUMAJANG â Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami lima kali erupsi dengan tinggi letusan berkisar 300 meter hingga 700 meter di atas puncak pada Senin(3/8) pagi.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.18 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
"Kemudian erupsi kembali pada pukul 00.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak,"Â kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Dia menjelaskan erupsi ketiga terjadi pada pukul 01.46 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 05.50 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 300 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
Pada pukul 07.56 WIB, Gunung Semeru erupsi lagi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik.
Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Liswanto.
- gunung semeru erupsi
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Suasana Persembahyangan Hari Raya Galungan
-
Visa Hadirkan Cara Baru Menikmati Travelling lewat Marriott Bonvoy Mandiri Credit Card
-
Lokasi Strategis di Jantung BSD, Novotel Tangerang BSD City Mudahkan Akses ke Pusat Pameran
-
Argentina Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Setelah Kalahkan Austria 2-0
-
Transformasi Digital di Lebak: UMKM Buktikan Omzet Bisa Melejit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.