Survei: Ketersediaan Makananan Menjadi Pertimbangan Utama dalam Pemilihan Destinasi Muslim Indonesia
📅 Jumat, 26 Sep 2025, 22:33 WIB | Oleh: Haryo BronoSecara global, sektor ini diperkirakan akan tumbuh dari 256,5 miliar dollar AS pada 2023 menjadi 410,9 miliar dollar AS pada 2032. Dengan mewakili 12% populasi muslim dunia, langkah-langkah Indonesia selanjutnya akan sangat menentukan masa depan pariwisata halal.
Pengembangan pariwisata halal di Indonesia tidak hanya sebatas penyediaan fasilitas ibadah atau sertifikasi halal, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem, pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, serta strategi branding dan promosi di tingkat global.
Gelaran tahunan Halal Indonesia International Industry Expo menjadi wadah penting untuk menampilkan pencapaian, mendorong kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar halal, baik di dalam negeri maupun dunia internasional.
“Seiring pertumbuhan populasi muslim Indonesia dan semakin selektifnya wisatawan dalam memilih destinasi, penting bagi penyedia layanan untuk menghadirkan infrastruktur dan layanan halal-friendly yang menciptakan pengalaman lebih inklusif bagi semua wisatawan,” ujar Project Manager Halal Indo 2025 di Dyandra Promosindo, Ismi Puspita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Hariyanto, menekankan lebih lanjut bahwa menjadikan pariwisata halal sebagai prioritas nasional dan regional tidak hanya akan memperkuat aspek budaya dan agama, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang signifikan.
Ia menuturkan, Menteri Pariwisata RI menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi destinasi ramah muslim. Konsep pariwisata ramah muslim ini bukan sekadar menyediakan layanan dasar, tetapi juga menghadirkan fasilitas dan layanan tambahan yang mendukung kebutuhan wisatawan muslim, sehingga mereka tetap merasa nyaman dan tenang dalam menjalankan ibadah selama berlibur.
“Menjadi halal-friendly bukan sekadar soal label melainkan pengalaman yang dirasakan wisatawan. Di Indonesia, kebijakan sertifikasi halal dan infrastruktur ramah muslim sudah menjadi standar,” ujar Hariyanto.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Namun, kami juga menyadari bahwa ekspektasi wisatawan terus berkembang, sehingga kami harus terus berinovasi melalui layanan yang lebih baik, kemitraan yang lebih kuat, serta pengembangan destinasi wisata ramah muslim. Pemerintah bekerja sama dengan berbagai sektor swasta maupun pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata ramah muslim lebih jauh dan menjadikan pengalaman perjalanan lebih bermakna bagi setiap muslim,” tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!