Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Usulkan Reformasi IMF dn Bank Dunia pada Pertemuan G77 di PBB

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 09:45 WIB | Oleh:
Indonesia Usulkan Reformasi IMF dn Bank Dunia pada Pertemuan G77 di PBB Doc: ANTARA
Ket. Direktur Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat berbicara kepada media di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9/2025).

NEW YORK - Indonesia mengusulkan reformasi pada institusi keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) pada pertemuan tingkat menteri kelompok G77 yang berlangsung di sela Sidang ke-80 Majelis Umum PBB.

Bebicara kepada media di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9), Direktur Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat mengatakan bahwa Indonesia menilai bahwa tujuan pembentukan IMF dan Bank Dunia untuk menjaga stabilisasi moneter pada 1945 sudah tidak lagi sama.

“Kita mengusulkan reformasi yang secara nyata dilakukan di international financial institutions. Banyak yang harus dirombak dalam hal cerminan dan kenyataan bahwa IMF dan World Bank saat ini sudah berbeda dengan IMF-World Bank pada saat diluncurkan,” kata Tri.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki pengalaman meminjam pendanaan kepada Bank Dunia dan IMF saat menghadapi krisis moneter pada 1968. Pinjaman yang diberikan institusi keuangan tersebut, lanjut dia, bukan tanpa persyaratan. Bank Dunia bahkan menetapkan sejumlah syarat utama yang berbasis proyek dan berfokus pada hasil.

Reformasi yang diserukan Indonesia merujuk pada konteks pengambilan keputusan. Dia menekankan bahwa pengambilan keputusan di Bank Dunia dilakukan melalui sistem voting berbasis saham, bukan satu negara satu suara.

Hal itu berarti semakin besar kontribusi modal suara negara, maka akan semakin besar kekuatan negara tersebut dalam pengambilan keputusan.

“Nah ini dianggap memang tidak mencerminkan lagi fakta bahwa negara-negara yang dulunya berkembang atau negara miskin sekarang kan juga sudah menjadi major economy dan menjadi pemain yang cukup kuat dalam pengambilan keputusan global di bidang ekonomi,” ucap Tri.

Tri pun mengambil contoh BRICS, di mana negara-negara anggotanya —termasuk Indonesia yang baru bergabung— memiliki kontribusi hampir 40 persen dari total ekonomi global. Namun, kontribusi negara-negara anggota BRICS tersebut tidak tercermin pada pengambilan keputusan lembaga keuangan internasional.

“Kenyataan tersebut tidak secara serta-merta tercermin dalam proses pengambilan keputusan di Bank Dunia atau di IMF. Itu yang gambaran lebih mudah,” ujarnya.

G77 dengan 134 negara, dibentuk pada 15 Juni 1964 melalui pernyataan bersama 77 negara berkembang, saat berlangsungnya sidang Sesi Pertama United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) di Jenewa, Swiss.

Tiongkok bergabung dengan G77 dalam berbagai negosiasi isu ekonomi dan pembangunan. Keberadaan Tiongkok dan G77 ini dikenal sebagai G77 and Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.