Horor MBG, Pemprov Jakarta Mesti Gelar Pelatihan Sanitasi

Jumat, 26 Sep 2025, 03:35 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jakarta diminta menggelar pelatihan sanitasi dapur untuk keamanan penyelenggaraan program makan bergizi gratis (MBG). Langkah ini penting dilakukan untuk mencegah horor keracunan MBG yang terjadi makin meluas. Desakan ini dituntut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). “Kami mendesak perlu pelatihan standar dan jaminan sisi higienis sanitasi sarana prasarana dapur,” kata Ketua YLKI, Niti Emiliana, di Jakarta, Kamis.

Niti menyatakan YLKI mendorong perombakan sistem secara menyeluruh dari hulu hingga hilir (safe from fram to table) demi memastikan keamanan pangan. Kemudian, dia juga mendesak adanya audit standar dapur dan standar makanan MBG, sehingga dipastikan aman dan terjamin saat dikonsumsi.

Ket. Foto: Ilustrasi petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamerah, Jakarta Selatan. — Sumber: ANTARA/Rivan Awal Lingga

“Pemerintah wajib bertanggung jawab terhadap setiap kasus atau kerugian yang dialami penerima manfaat,” ucapnya. Terlebih, dia juga menyarankan agar untuk dilakukan penghentian sementara program MBG untuk menjamin evaluasi perbaikan secara sempurna dan menyeluruh.

Menurut Niti, jika tidak dilakukan evaluasi perbaikan secara serius dan komprehensif,maka MBG akan menjadi bom waktu bagi penerima manfaat lainnya dalam peningkatan angka pada dalam keracunan. “Konsumen MBG berhak mendapat keamanan, kenyamanan dan keselamatan,” ucapnya.

Dia berharap, Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pemerintah mampu menangani berbagai macam polemik untuk membuktikan indikator kesiapan pelaksanaan MBG. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat beberapa kali kejadian dugaan keracunan akibat konsumsi menu program MBG di Jakarta.

Terkait hal itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung berharap dan mendoakan agar kasus keracunan MBG tak terjadi kembali ke depannya. Rincian kejadian dugaan keracunan tersebut antara lain kasus pertama terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pancoran Kalibata, Jakarta Selatan, 29 Agustus. Tiga anak dilaporkan mengalami gejala ringan.

Dari hasil uji laboratorium, makanan MBG positif mengandung mikrobiologi. Lalu, kasus kedua tercatat di SPPG Khusus Koja, Jakarta Utara, 8 September. Ada 14 orang terdampak, namun hingga kini belum ada hasil uji laboratorium yang memastikan penyebab keracunan. Terbaru, tujuh siswa SMAN 15 Jakarta mengalami mual setelah menyantap MBG Selasa (23/9). Tiga di antaranya sempat dibawa ke rumah sakit.

Harus Dirawat

Keracunan juga menjalar ke SMAN 15 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tidak kurang 15 siswa keracunan setelah menyantap MBG. Mereka mengalami mual usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) Selasa (23/9). Mereka sampai harus dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Tanjung Priok.

“Benar, ada tujuh pelajar yang keracunan dan langsung dibawa ke RSUD Tanjung Priok,” kata Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara, Muhammad Andri, Kamis. Pemkot Jakut pun langsung menangani. Hasil pemeriksaan ketujuh anak tersebut diserahkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti.

Keracunan juga terjadi di Pancoran yang menimpa tiga anak usai menyantap MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pancoran, Kalibata, pada Jumat (29/8). Nanik menuturkan, kejadian tersebut langsung ditangani Puskesmas dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan. Dalam waktu dua jam, petugas kesehatan mampu menangani gejala yang dialami ketiga anak. wid/Ant/G-1

  • pramono anung
  • keracunan mbg

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.