BBPOM Mataram Telusuri Temuan Roti Berjamur Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Barat
Jumat, 13 Mar 2026, 04:15 WIBMAATARAM - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menelusuri sumber roti berjamur yang dilaporkan masyarakat saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Lombok Barat menelusuri Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG tersebut.
"Produk roti yang dilaporkan itu diperoleh dari salah satu pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) setempat," ujar dia dalam keterangan di Mataram, Kamis.
Yogi mengungkapkan bahwa pemasok roti belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh dinas kesehatan setempat.
Dokumen SLHS menjadi salah satu persyaratan dalam pemenuhan standar keamanan pangan bagi produk yang diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat.
Produk roti berjamur itu sempat terdistribusi ke beberapa sekolah penerima manfaat program MBG, namun para siswa belum sempat mengonsumsi karena sedang berpuasa.
"Kegiatan belajar-mengajar berlangsung pada Ramadhan, sehingga makanan tidak langsung dikonsumsi," ucap Yogi.
BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan Lombok Barat melakukan pembinaan kepada pihak terkait serta menghentikan sementara distribusi produk dari UMKM tersebut hingga seluruh persyaratan keamanan pangan terpenuhi.
Yogi mengimbau seluruh pelaku usaha pangan yang terlibat dalam penyediaan makanan pada program pemerintah agar memastikan proses produksi telah memenuhi ketentuan keamanan pangan.
Selain itu, pelaku usaha juga perlu memiliki sertifikasi kebersihan dan sanitasi, serta izin edar produk yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
"Langkah itu penting untuk menjamin perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para penerima manfaat program," pungkas Yogi.
- makan bergizi gratis
- keracunan mbg
- program mbg
- bbpom mataram
- roti berjamur
- lombok barat
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Meningkatkan Kepatuhan Faskes dalam Mengelola Limbah B3
-
DPUPR Temanggung Percepat Perbaikan 18 Kilometer Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2026
-
Tekanan Publik Hantui Juara Loncat Indah Olimpiade Quan Hongchan, Sempat Ingin Pensiun Dini
-
Peternak Minta Telur Bebek Masuk Program Gizi Nasional! Komisi IX DPR Siap Kawal
-
Bapanas Kawal Kesepakatan Serap Telur Peternak Jatim, SPPG Gunakan Menu Telur Minimal 3 Kali Sepekan
-
Pemotongan Gaji Menteri 25 Persen? Pemerintah Sebut Masih Sekadar Wacana
-
Update Wilayah Rawan Longsor Jakarta Maret 2026: Lokasi, Penyebab, dan Cara Mitigasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.