Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harimau Berkeliaran di Aceh, Warga Diminta Kandangkan Peliharaan

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 18:52 WIB | Oleh:
Harimau Berkeliaran di Aceh, Warga Diminta Kandangkan Peliharaan Doc: ist
Ket. harimau

BANDA ACEH – Masyarakat diminta mengandangkan hewan peliharaan agar tidak memancing kedatangan harimau yang banyak berkeliaran di Aceh Timur.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengimbau warga tidak melepasliarkan ternak di lokasi yang sering terjadi interaksi negatif harimau sumatra guna mencegah gangguan satwa liar dilindungi tersebut.

"Kami mengingatkan masyarakat tidak melepasliarkan ternak pada lokasi sering terjadi interaksi negatif harimau, termasuk areal jelajah satwa liar tersebut," kata Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ujang Wisnu Barata menyikapi interaksi negatif harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu. Ujang Wisnu Barata juga mengingatkan masyarakat yang berada di areal jelajah harimau sumatra mengelola ternak secara terkontrol dengan membuat pengamanan kandang dengan kawan berduri yang biasa disebut kandang anti-serangan harimau

"Selain itu, untuk mencegah interaksi negatif harimau dengan sering membersihkan kebun secara rutin karena satwa tersebut bersembunyi di semak belukar. Serta tindak beraktivitas di kebun dekat kawasan hutan sendirian," kata Ujang Wisnu Barata.

Sebelumnya, seekor sapi masyarakat ditemukan mati setelah dimangsa harimau di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu (20/9). Sapi betina tersebut milik Sadam Husen (37), warga setempat. Bangkai sapi tersebut ditemukan di areal perkebunan sawit yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pemukiman penduduk.

Ujang Wisnu Barata mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Langsa merespons interaksi negatif harimau sumatra tersebut. "Tim juga memasang kamera di sekitar bangkai sapi. Setelah kamera dipasang beberapa hari, tidak direkam adanya harimau. Serta juga tidak ditemukan tanda atau jejak baru satwa tersebut," kata Ujang Wisnu Barata.

Berdasarkan daftar kelangkaan satwa dikeluarkan lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), harimau sumatra merupakan satwa hanya ditemukan di Pulau Sumatera yang berstatus spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga kelestarian harimau sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa. Serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Kemudian, tidak memasang jerat, racun, pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi. Semua perbuatan ilegal tersebut dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Di samping itu, aktivitas ilegal lainnya juga dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya harimau sumatra dengan manusia. Konflik ini berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa, baik manusia maupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.