Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Resmi! Jagung SPHP Dibuka untuk Peternak, Harga Pakan Siap Terkoreksi

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Resmi! Jagung SPHP Dibuka untuk Peternak, Harga Pakan Siap Terkoreksi Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Petani memanen jagung.

JAKARTA – Program jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijalankan untuk menjaga ketersediaan komoditas sekaligus menekan fluktuasi harga di pasar.

Skema ini penting karena jagung merupakan bahan baku utama pakan ternak yang berpengaruh langsung terhadap harga daging dan telur.

Melalui SPHP, distribusi jagung lebih terjamin ke peternak dengan harga terjangkau, sehingga rantai pasok tetap stabil.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi pasokan, koordinasi antar lembaga, serta pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan distribusi di lapangan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan peternak ayam pedaging dan petelur mandiri dapat membeli jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp5.500 per kilogram mulai Rabu (24/9).

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan pemerintah akan menyalurkan 52.400 ton jagung SPHP dengan jumlah anggaran yang disiapkan sebesar Rp78 miliar.

"Hari ini sudah bisa dimulai stabilisasi pasokan dan harga pangan. Kalau biasanya beras, hari ini ada jagung. Jagung ini ready stock dan siap didistribusikan 52.400 ton," ujar Arief dalam peluncuran Penyaluran Jagung SPHP di Kantor Bapanas Jakarta, Rabu (24/9).

Arief menjelaskan penyaluran SPHP jagung bertujuan untuk menjaga harga jagung di tingkat petani dan harga di tingkat peternak.

Penyaluran jagung ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi petani jagung dan juga tidak memberatkan peternak dalam membeli pakan.

Jagung SPHP akan disalurkan kepada 2.109 peternak mandiri skala mikro kecil dan menengah, yang sudah diverifikasi bersama Kementerian Pertanian dan Bulog.

Skema ini diharapkan mampu menekan gejolak harga pakan yang berimbas pada harga daging ayam dan telur.

Para petani mandiri dapat langsung membeli jagung dengan harga Rp5.500 per kilogram melalui Perum Bulog. Penyaluran SPHP tersebut berlangsung pada September hingga awal Desember 2025.

"Sampai dengan awal Desember, karena kami punya mekanisme untuk review dan biasa mekanisme akhir tahun. Yang itu harus kita deliver pertanggung jawaban keuangannya," katanya.

Data produksi jagung nasional menunjukkan tren yang cukup stabil dengan peningkatan di beberapa sentra utama seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan NTB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.