Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Literasi Menjadi Investasi Utama Pembangunan Nasional

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 22:15 WIB | Oleh:
Literasi Menjadi Investasi Utama Pembangunan Nasional Doc: Antara

Gunungkidul - Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Adin Bondar mengatakan bahwa literasi atau kemampuan dasar membaca, menulis dan memahami informasi adalah modal insani dan investasi utama pembangunan nasional.

"Kata kunci negara maju adalah kualitas SDM yang kuat, dan itu hanya bisa ditempuh melalui budaya baca dan kecakapan literasi. Literasi bukan hanya sekadar membaca, menulis, atau berhitung, tapi juga kemampuan berpikir kritis, menganalisis, menilai, hingga mencipta," kata Adin di Yogyakarta, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Adin dalam acara gelar wicara bertema "Peran Perpustakaan dalam Menginspirasi Perubahan melalui Literasi untuk Kesejahteraan" sebagai puncak Festival Literasi 2025 di Perpustakaan Daerah Gunungkidul, DIY.

Menurut dia, literasi memiliki multiplayer effect terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan ekonomi. Bahkan UNESCO mencatat kesenjangan literasi berbanding lurus dengan kesenjangan pendapatan di sebuah negara.

"Negara dengan budaya baca kuat seperti di Eropa dan Asia Timur terbukti lebih sejahtera. Sebaliknya, negara dengan budaya baca rendah cenderung memiliki kesenjangan sosial, upah rendah, dan kualitas kesehatan yang tertinggal," katanya.

Pihaknya juga mengingatkan tantangan era digital dan kecerdasan buatan yang memicu banjir informasi tidak valid, sehingga membuat generasi muda rentan mengalami brain rot atau kemunduran kognitif.

"Oleh karena itu budaya baca harus ditanamkan sejak dini, bahkan sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Membaca nyaring, memperkenalkan gambar, hingga membangun kebiasaan membaca buku konvensional adalah fondasi penting," katanya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya literasi sebagai jalan meningkatkan kualitas hidup.

"Perpustakaan kini menjadi ruang belajar sepanjang hayat dan kolaborasi masyarakat. Di Kabupaten Gunungkidul, kita sudah menjalankan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial," katanya.

Dia mengatakan gerakan literasi tidak bisa dilakukan pemerintah saja, tetapi harus digerakkan bersama keluarga, sekolah, komunitas, hingga pelaku usaha.

"Saya percaya dengan gotong royong, kita bisa wujudkan Gunungkidul sebagai kabupaten literasi yang berdaya saing dan sejahtera," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.