Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPJAMSOSTEK Gandeng BPR Beri Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Nasabah

📅 Senin, 07 Jul 2025, 20:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPJAMSOSTEK Gandeng BPR Beri Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Nasabah Doc: ANTARA
Ket. Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus Vinca Meitasari bersama Santoso, Direktur Utama BPR Taruna Adidaya Santosa menunjukkan nota kesepakatan bersama terkait perlindungan kepada nasabah debitur di kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Senin.

KUDUS – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus, Jawa Tengah, menjalin kerja sama keagenan dengan BPR Taruna Adidaya Santosa untuk memberikan perlindungan kepada nasabah debitur, khususnya pelaku UMKM, dalam melakukan pelunasan utang ketika mengalami risiko kecelakaan kerja atau meninggal.

"Dengan kerja sama ini, maka setiap nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Taruna Adidaya Santosa yang mengajukan pinjaman akan mendapat perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus Vinca Meitasari setelah penandatanganan kerja sama dengan BPR Taruna Adidaya Santosa di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus di Kudus, Senin (7/7).

Ia menjelaskan ketika terjadi risiko, seperti kecelakaan kerja atau meninggal dunia, maka sebagian santunan yang diterima bisa digunakan untuk melunasi sisa pinjaman di BPR dan sebagian lainnya diberikan kepada ahli waris.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam menjangkau sektor informal, seperti pedagang, petani, peternak, dan pelaku industri rumahan yang selama ini belum banyak tersentuh program jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Sehingga ketika ada calon nasabah yang mengajukan kredit, bisa ditawarkan ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Jadi jika terjadi risiko, ahli waris tidak terbebani melunasi hutang," ujarnya.

Santoso, Direktur Utama BPR Taruna Adidaya Santosa, menegaskan pentingnya perlindungan jiwa bagi nasabah UMKM yang mayoritas bekerja di sektor informal dan berisiko tinggi.

"Kami ingin para pelaku UMKM yang kami bantu lewat kredit juga terlindungi. Banyak dari mereka bekerja di lapangan, seperti pasar atau jalanan, sehingga risiko itu harus diantisipasi," ujarnya.

Kerja sama ini, kata dia, menyasar kredit mikro dengan plafon pinjaman di bawah Rp50 juta agar nilai pinjaman berada di bawah nilai santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Minggu Bakal Diguyur Hujan,...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.