Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keju Prancis Dipadu Rempah Indonesia, Apakah Enak? Coba Saja

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 17:34 WIB | Oleh:
Keju Prancis Dipadu Rempah Indonesia, Apakah Enak? Coba Saja Doc: ANTARA News/Nanien Yuniar
Ket. Keju Emmental dalam kampanye European Full of Character di Jakarta, Kamis (18/9).

JAKARTA - Kudapan manis dan keju lazim dipadukan, misalnya roti bakar, pisang bakar, bahkan martabak manis. Kudapan yang bisa ditemukan di tenda-tenda pedagang kaki lima ini jadi santapan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, keju memang kerap dipasangkan dengan meses, cokelat, juga susu kental manis. Namun, kombinasi keju dan makanan manis seperti cokelat, ternyata bukanlah hal lazim di Eropa.

Dalam platform media sosial, ada beragam konten yang memperlihatkan wisatawan mancanegara di Indonesia terkaget-kaget mengetahui keju dimasukkan ke dalam makanan manis. Sebagian terkejut, sebagian penasaran untuk mencoba, bahkan mengunggah reaksi mereka ketika mencobanya untuk pertama kali.

Mata cheesemonger kelas dunia asal Prancis, François Robin, agak membelalak ketika mendengar kombinasi itu hadir dalam makanan-makanan di Indonesia.

“Apakah memakai keju segar?” tanya dia kepada para pewarta Indonesia di Jakarta, Kamis lalu (18/9). Beberapa orang menimpali, “Biasanya keju cheddar.”

“Apakah enak? Kalau menurut kalian enak, mungkin saya harus coba,” kata François.

20250923172229_cheese-platter-keju.jpeg

Salah satu keju dalam kampanye European Full of Character di Jakarta, Kamis (18/9). (Antara News/Nanien Yuniar)

Meski keju memang awalnya populer dari Eropa, pria yang rajin berkeliling dunia untuk mempromosikan keju Prancis itu mengatakan bukan berarti selera yang disukai di negara asalnya adalah rasa sempurna.

“Apa pun yang Anda suka, berarti itu lezat. Justru kami yang harus lebih beradaptasi lebih dari Anda,” kata dia dalam kampanye Europe Full of Character yang sudah memasuki tahun ketiga.

Keju adalah salah satu identitas gastronomi Eropa. Rasa dan jenisnya bervariasi, tergantung dari kombinasi antara iklim, tanah, juga keahlian pembuatnya. Aroma, tekstur, bentuk, dan juga rasanya berbeda-beda.

Dalam lokakarya di Jakarta, François menjelaskan bahwa keju bukan cuma bahan pangan. Keju adalah simbol budaya, keterampilan, dan kebanggaan dalam tradisi kuliner Prancis.

20250923172351_kombinasi-keju-rempah.jpeg

Keju dan minuman dengan rempah dan buah Indonesia dalam kampanye European Full of Character di Jakarta, Kamis (18/9). (Antara News/Nanien Yuniar)

Di Prancis saja, ada lebih dari tiga ribu jenis keju. Ada beberapa yang diperkenalkan oleh François di Jakarta. Tak cuma itu, keju Prancis juga dikawinkan dengan hidangan dan minuman Indonesia, untuk membuktikan bahwa bahan makanan ini bisa memperkaya cita rasa rempah Asia.

Dalam kartun Tom and Jerry, keju digambarkan berwarna kuning agak pucat, berbentuk segitiga dengan lubang-lubang di permukaan. Keju seperti itu bernama Emmental. Permukaannya kering dan halus, rasanya memberikan sensasi mentega.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.