Imunisasi Campak di Pamekasan Capai 47,8 Persen Per 22 September
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 16:42 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Fauzan
Jakarta -- Kementerian Kesehatan menyebutkan, capaian imunisasi massal untuk menanggulangi kejadian luar biasa atau Outbreak Response Immunization (ORI) campak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mencapai 47,8 persen per 22 September 2025.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa ORI di kabupaten itu dilaksanakan sejak 15 September 2025, menargetkan 60.754 anak usia 9 bulan hingga 7 tahun. Aji mengatakan, sebanyak 29.028 anak atau 47,8 persen telah mendapatkan 1 dosis imunisasi tambahan campak.
"Sesuai petunjuk teknis, pelaksanaan ORI diharapkan selesai dalam 2 minggu ditambah 1 minggu untuk sweeping," katanya.
Dia menyebutkan bahwa pelaksanaan ORI di Jawa Timur, termasuk Pamekasan, mendapatkan komitmen dan dukungan dari gubernur, melibatkan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten, puskesmas, tenaga kesehatan, kader, serta mitra pembangunan seperti WHO dan UNICEF.
Data per 22 September dari Dinas Kesehatan Pamekasan, Jawa Timur, menyebutkan bahwa tujuh orang meninggal akibat campak, sedangkan terdapat 734 orang suspek, bertambah sebanyak 214 orang dari pekan sebelumnya yang mencapai 520 orang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aji menyebutkan, data Kementerian Kesehatan per 16 September 2025 terkait campak menunjukkan bahwa secara nasional, terdapat 29.816 suspek, 4.815 terkonfirmasi laboratorium, dan 32 kematian pada 2025.
Menurutnya, tantangan dalam memperluas cakupan imunisasi antara lain penolakan imunisasi karena alasan agama atau kekhawatiran efek samping, serta beredarnya hoaks baik di media sosial maupun secara mulut ke mulut.
"Belum optimalnya keterlibatan perangkat daerah di tingkat terbawah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan satuan pendidikan dalam meningkatkan penerimaan masyarakat," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, pihaknya memaksimalkan edukasi terkait pencegahan campak, seperti melalui poster, sosialisasi, dan konten media sosial.
Materi mencakup pencegahan umum seperti menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta penggunaan masker, serta pencegahan spesifik seperti imunisasi MR minimal 2 dosis dan pemberian vitamin A dosis tinggi sesuai usia, khususnya di wilayah sekitar KLB.
"Campak hanya dapat dicegah melalui pemberian imunisasi minimal 2 dosis. Oleh karena itu, segera bawa anak ke fasilitas posyandu, puskesmas, atau fasyankes terdekat untuk mendapatkan imunisasi campak, baik imunisasi rutin maupun imunisasi tambahan saat terjadi KLB sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujarnya.
Dia mengingatkan bahwa campak adalah penyakit berbahaya, dapat menyebabkan kematian, dan sangat menular, bahkan lebih cepat dibandingkan COVID-19. Oleh karena itu, Vaksin campak yang aman dan bermutu diberikan secara gratis oleh pemerintah untuk melindungi anak-anak.
"Orang tua atau pengasuh anak jangan menunda dan jangan takut imunisasi," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!