Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transmigrasi Bukan Lagi Beban, Klaster Ekonomi Disebut Jalan Cepat ke Kesejahteraan!

📅 Senin, 22 Sep 2025, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transmigrasi Bukan Lagi Beban, Klaster Ekonomi Disebut Jalan Cepat ke Kesejahteraan! Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Permukiman transmigrasi.

BADUNG – Sistem klaster dalam kawasan transmigrasi merupakan pendekatan strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi lokal.

Dengan mengelompokkan usaha berdasarkan komoditas unggulan, transmigran dapat memperoleh skala ekonomi yang lebih besar, akses pasar yang lebih luas, serta efisiensi dalam penggunaan infrastruktur dan layanan pendukung.

Selain meningkatkan produktivitas, sistem klaster juga mendorong integrasi antara transmigran dan masyarakat lokal melalui rantai nilai yang saling menguntungkan.

Tantangannya adalah memastikan adanya pendampingan berkelanjutan, keterhubungan dengan pasar, serta dukungan pembiayaan dan teknologi agar klaster benar-benar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah baru.

Akademisi dari Universitas Pancasila Jakarta Eka Sudarmaji mengusulkan adanya sistem klaster guna mendukung pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi.

“Klaster itu berhasil jika dia bisa menjadi mandiri dan kompetitif,” kata Eka Sudarmaji di sela diskusi terkait transformasi transmigrasi di Seminyak, Kabupaten Badung, Bali, Senin (22/9).

Menurut dia, klaster berfungsi sebagai mesin yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kohesi sosial.

Adapun pilar utama dalam klaster di antaranya kondisi geografi melalui kedekatan fisik dan mendorong interaksi yang berbagi pengetahuan dan kolaborasi.

Kemudian, melibatkan industri yang beragam, dan lingkungan bisnis yang dipengaruhi kebijakan publik, perguruan tinggi hingga asosiasi industri.

“Klaster menawarkan platform penting untuk integrasi sosial ekonomi dan kemajuan bersama,” ucapnya.

Selain sosial ekonomi, sistem itu juga bermanfaat kepada transmigran di antaranya peningkatan produktivitas, bisnis baru hingga hadirnya inovasi.

Untuk mendorong pengembangan klaster, ucap dia, maka perlu identifikasi potensi ekonomi misalnya usaha yang bergerak di sektor makanan, kerajinan atau logistik.

Kemudian adanya dukungan akses keuangan untuk menekan tantangan permodalan, kemudian memberdayakan asosiasi migran, koperasi dan pusat pelatihan, kolaborasi pemerintah dan swasta hingga integrasi rantai nilai ke pasar lebih luas.

Tantangan lain yang perlu menjadi perhatian di antaranya risiko gagal tumbuh hingga peraturan yang kompleks dan diskriminasi dapat menghambat operasi dan ekspansi bisnis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

17 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.