Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat Sebagai Harapan untuk Entaskan Ketergantungan Bansos

📅 Senin, 22 Sep 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Sekolah Rakyat Sebagai Harapan untuk Entaskan Ketergantungan Bansos Doc: Antara
Ket. Mensos Saifullah Yusuf (kanan) berdialog dengan salah satu calon siswa Sekolah Rakyat didampingi orang tua dalam kunjungan kerja ke di BLK Kalsel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (22/9/2025).

Banjarbaru - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan program Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada kesejahteraan pendidikan, tetapi juga sebagai harapan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem yang selama ini tergantung dengan bantuan sosial.

“Keluarga yang tidak mampu pada akhirnya akan berdaya, tidak perlu lagi bansos, tidak boleh bergantung terus dengan bansos. Suatu saat siswa Sekolah Rakyat bisa membiayai keluarganya,” kata dia saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin.

Selama pelaksanaan Sekolah Rakyat, ia menyebut seluruh orang tua dan keluarga mereka akan mendapatkan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk menjadi anggota peserta BPJS Kesehatan.

“Semua keluarga siswa Sekolah Rakyat mendapatkan. Orang tua diberdayakan supaya dapat pendapatan lebih baik, tidak bergantung bansos,” ujarnya.

Selain itu, rumah yang tidak layak huni yang ditempati keluarga siswa juga akan dibantu renovasi melalui program unggulan, yakni 3 juta renovasi dan pembangunan rumah se-Indonesia.

Keluarga siswa bakal mendapatkan bantuan sosial yang lengkap, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), beras, dan bantuan lain selama-lamanya lima tahun sejak anak terdaftar menjadi peserta Sekolah Rakyat.

“Setelah lima tahun, keluarga dari si anak harus bisa mandiri. Karena selama lima tahun itu keluarga si anak akan diberdayakan melalui berbagai program,” kata Saifullah Yusuf atau Gus Ipul itu.

Melalui Sekolah Rakyat, ia meminta pihak keluarga saling bergandengan tangan melangkah maju naik kelas dari kemiskinan menjadi keluarga berdaya dan sejahtera.

Bantuan lain, kata dia, orang tua akan tergabung menjadi anggota Koperasi Merah Putih.

“Pada waktunya nanti, keluarga siswa Sekolah Rakyat akan menolak bansos karena sudah mampu. Supaya bansos dialihkan kepada yang lebih membutuhkan, anak sudah Sekolah Rakyat, keluarga diberdayakan, tentu keluarga harus naik kelas,” demikian Mensos Gus Ipul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.