Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Remaja Samarinda Banyak Konsultasi untuk Mengatasi Niat Bunuh Diri. Orangtua Wajib Mencermati Perilaku Anak

📅 Senin, 22 Sep 2025, 00:30 WIB | Oleh:
Remaja Samarinda Banyak Konsultasi untuk Mengatasi Niat Bunuh Diri. Orangtua Wajib Mencermati Perilaku Anak Doc: ist
Ket. mengelola stres

JAKARTA – Harakiri (bunuh diri) bisa terjadi pada siapa saja kalau tidak mampu mengelola stres berkepanjangan. Psikiater Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur dr Sri Purwatiningsih membagikan cara mengatasi ide bunuh diri yang kerap muncul di kalangan remaja. Para remaja ingin bunuh diri karena dampak dari berbagai tekanan mental yang tak tertahankan. 

"Jangan sampai menunggu dia mewujudkan ide bunuh diri. Jadi kalau sudah ada pikiran-pikiran bunuh diri sebaiknya harus langsung berobat," kata Sri di Samarinda, Minggu. Ia pun mendorong para orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak yang menjadi gejala depresi. Contoh, wajah yang selalu tampak sedih. Kehilangan minat pada hobi serta mudah lelah.

Menurut Sri, penanganan sejak dini dengan berkonsultasi kepada ahli dapat mencegah kondisi mental remaja memburuk hingga ke tahap yang mengancam nyawa. "Komunikasi yang terbuka dan dukungan penuh dari keluarga menjadi fondasi terpenting bagi remaja untuk membangun mekanisme pertahanan diri yang lebih sehat dalam menghadapi tekanan," jelas Sri.

Ia menegaskan bahwa munculnya pikiran atau adanya percobaan bunuh diri merupakan kondisi gawat darurat dalam dunia psikiatri yang harus segera mendapatkan penanganan medis. Sri menyoroti kesadaran remaja di Samarinda untuk mencari bantuan profesional sudah mulai meningkat. Ini terbukti banyak dari mereka yang datang atas inisiatif sendiri untuk berkonsultasi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pula bahwa tindakan melukai diri sendiri (self harm) merupakan mekanisme keliru yang dipilih remaja untuk meredakan perasaan sedih, cemas, atau marah yang tidak bisa mereka ungkapkan. Perilaku ini menjadi jalan keluar sesaat bagi mereka yang tidak bisa mengungkapkan emosinya secara sehat karena berbagai faktor, salah satunya pola asuh yang salah sejak kecil.

Sri membedakan antara perilaku melukai diri dengan bunuh diri, di mana hal tersebut tidak selalu bertujuan mengakhiri hidup, melainkan untuk mencari ketenangan dari gejolak emosi. Namun, dia mengingatkan jika kondisi kejiwaan yang mendasarinya seperti depresi tidak ditangani secara serius, maka ide bunuh diri bisa muncul sebagai tahap selanjutnya yang lebih membahayakan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari gangguan jiwa seperti depresi dan cemas, faktor lingkungan seperti perundungan di sekolah, hingga riwayat genetik dalam keluarga.

"Kurangnya validasi emosi saat kecil membuat anak tidak bisa mengungkapkan perasaannya, sehingga mekanismenya malah melukai diri," jelasnya. Fenomena ini, imbuh dia, sangat rentan terjadi pada remaja dengan rentang usia 12 hingga 19 tahun, di mana perempuan memiliki risiko 1,5 kali lebih besar dibandingkan dengan laki-laki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
Nasional
Produksi Beras Aman Seiring...
Advertisement
Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.