Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memupuk Solidaritas Sosial lewat Tradisi Maudu Lompoa Cikoang di Sulsel 

📅 Minggu, 21 Sep 2025, 23:05 WIB | Oleh:
Memupuk Solidaritas Sosial lewat Tradisi Maudu Lompoa Cikoang di Sulsel  Doc: Antara

Takalar - Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan istilah "Maudu Lompoa" di Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, memupuk solidaritas sosial yang diwariskan turun-temurun.

"Tradisi Maulid Cikoang ini terus terpelihara hingga saat ini dengan nilai solidaritas sosial yang makin memperkuat identitas budaya warga Cikoang di Takalar," kata Pemuka Adat Cikoang, Sukwansyah Karaeng Nojeng disela prosesi adat Maudu Lompoa di Cikoang, Takalar, Minggu.

Dia mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diawali dengan pembacaan kitab Barzanji yang berisi doa dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Sebelumnya, arak-arakan perahu yang dikenal dengan nama "julung-julung" dan berisi telur hias warna-warni, juga bakul yang berisi songkolo berbahan dasar beras ketan dan nasi, juga menu ayam kampung, semuanya menjadi isian perahu yang juga diberikan hiasan berupa aneka baju, sarung dan sebagainya semakin memeriahkan perahu julung-julung dari satu keluarga.

Setiap satu keluarga memiliki satu perahu julung-julung yang memeriahkan puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir bulan Rabiul Awal pada penanggalan Islam.

Lebih jauh dijelaskan, Karaeng Nojeng, Maulid ini selain menjadi agen spiritual juga menjadi ajang silaturahmi yang memupuk solidaritas sosial, karena warga Cikoang dengan senang hati akan berbagi makanan dengan keluarga maupun pengunjung yang hadir di acara tersebut.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang pengunjung Suci dari Kabupaten Pinrang. Sulsel.

Menurut mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar ini, ia bersama teman-temannya mengunjungi Cikoang untuk menyaksikan langsung tradisi Maulid yang berbeda dengan peringatan Maulid di daerah lain.

"Kemeriahan di daerah ini sangat unik dan berbeda dengan daerah lainnya sehingga menjadi tontonan yang menarik untuk kegiatan wisata spiritual dan budaya," ujarnya.

Dengan "Maudu Lompoa Cikoang" ini Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar pun terus mendorong tradisi ini sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang Layak mendapat perhatian nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.