Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rahasia Brand Sukses: Mainkan Strategi Pemasaran FOMO dan WOM, Biaya Tipis Hasil Fantastis!

📅 Sabtu, 20 Sep 2025, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rahasia Brand Sukses: Mainkan Strategi Pemasaran FOMO dan WOM, Biaya Tipis Hasil Fantastis! Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama.
Ket. Sejumlah pengunjung antre untuk membeli produk UMKM saat peluncuran Hari Ritel Nasional 2025 di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

TANGERANG – Penggunaan strategi pemasaran low cost – high impact penting bagi perusahaan untuk mencapai efisiensi tanpa kehilangan daya jangkau.

Dengan memanfaatkan kanal digital, kolaborasi komunitas, serta kreativitas konten, pelaku usaha bisa menekan biaya promosi sekaligus menciptakan eksposur luas dan engagement tinggi.

Pendekatan ini sangat relevan bagi UMKM maupun startup yang memiliki keterbatasan anggaran, namun membutuhkan visibilitas besar untuk memperkuat brand, menarik pelanggan baru, dan menjaga daya saing di pasar yang kompetitif.

Director Asosiasi Marketing Indonesia (IMA) Sophan Supandi mengatakan Fear of Missing Out (FOMO) dan Word of Mouth (WOM) merupakan kombinasi strategi pemasaran low cost – high impact atau kecil biaya tapi berdampak luas.

Ia mengatakan WOM membangun kepercayaan jangka panjang melalui rekomendasi pelanggan, sementara FOMO mendorong keputusan pembelian lebih cepat melalui penawaran eksklusif, terbatas, dan tepat waktu.

“Strategi WOM dan FOMO bukan hanya teknik sekali pakai, tapi sebuah siklus yang terus berputar. Kuncinya ada pada ketajaman membaca tren, memahami perubahan perilaku pelanggan, dan mengeksekusi promosi pada waktu yang tepat,” ujar Sophan dalam keterangannya, Jumat (19/9).

Ia juga menjelaskan jika FOMO dinilai mampu menciptakan urgensi pembelian sekaligus meningkatkan penjualan UKM di era digital. Sebab keterbatasan modal dan akses promosi tidak boleh menjadi penghalang bagi UMKM.

"Pelanggan harus menjadi fondasi utama. Pelanggan yang puas akan loyal, menjadi advokat merek, dan menyebarkan rekomendasi secara sukarela, memperluas jangkauan UKM tanpa biaya besar," katanya.

FOMO adalah perasaan cemas atau takut tertinggal momen, kesempatan, atau tren yang sedang berlangsung.

Dalam konteks pemasaran, FOMO dimanfaatkan untuk mendorong konsumen segera mengambil keputusan, biasanya dengan menekankan aspek keterbatasan waktu, jumlah, atau eksklusivitas.

Sementara itu, WOM adalah strategi pemasaran yang mengandalkan rekomendasi, cerita, atau pengalaman konsumen yang dibagikan kepada orang lain, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Intinya, WOM bekerja karena orang lebih percaya pendapat teman, keluarga, atau komunitas dibanding iklan langsung dari perusahaan.

Dedy Budiman Champion Sales Trainer sekaligus Founder Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia mengingatkan UMKM untuk tidak mudah mengeluh dan harus menguasai strategi penjualan online maupun offline agar tetap survive.

Pasalnya kemampuan mengelola penjualan di dua kanal tersebut akan menjadi kunci pertumbuhan UMKM dalam ekosistem ritel modern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Akses ke  JIS Makin Mudah, ...
Nasional
BNN: Narkotika Varian Cair ...
Daerah
Seorang Pendaki Gunung Kayu...
Mentan Amran Ancam “Blacklist” Penyedia Benih Nakal di Indonesia

Mentan Amran Ancam “Blacklist” Penyedia Benih Nakal di Indonesia

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.